Perjalanan

Bulan Ramadhan ini Mr. Y selalu mengantarkan gue ke kantor dan menitipkan mobil kami di kantor gue, lalu melanjutkan perjalanan ke Perjompongan dengan menggunakan kendaraan umum. Begitu pun saat jam pulang kantor, Mr. Y akan menjemput gue dengan kendaraan umum.

Beberapa hari yang lalu, Mr. Y bercerita dalam perjalanan dia ke kantor gue, dia ketemu 2 (dua) orang ibu tua di angkutan umum di sekitar Stasiun Tanah Abang. Yang satu seorang ibu yang sepertinya keturunan Tionghoa, yang satunya seorang ibu penduduk setempat.

Ibu A: Ibu naik kereta setiap hari?

Ibu B: Iya Bu, setiap hari seperti ini. Sekarang naik kereta (Commuter Line) penuh banget sampai tadi saya saya tidak bisa bergerak untuk keluar dari kereta.

Ibu A: Ibu mau kemana?

Ibu B: Saya mau ke Gereja di sekitar Tanah Abang sini Bu.

Ibu A: Wah jauh juga ya Gereja Ibu.

Ibu B: Namanya juga kalau sudah terbiasa di (Gereja) sini, pasti akan balik ke kandang yang sama. Anak-anak saya sudah melarang (untuk melakukan perjalanan jauh) sie, tapi bagaimana ya sudah terbiasa (beribadah) disini.

Continue reading

Advertisements

House of Memory

The only source of knowledge is experience. -Albert Einstein-

Hari ini gue baru saja mendarat di Jakarta setelah sabtu kemarin departemen tempat gue bekerja mengadakan semacam annual gathering di Yogyakarta. Agak teler karena setelah malam minggu sebelumnya kami berjoget sampai jam 12 malam, I had to catch the first flight at 6.00 am. Awalnya gue jujur ya agak malas dengan kegiatan ini karena ini adalah kali ketiga gue ke Yogyakarta *dapatpiringcantik*. Tapi ya karena “diwajibkan” dan gue pun melaju ke sana.

Continue reading

Blog yang Berdebu Tebal, Terapi Jiwa, dan Label Lebay

Sudah lama tidak menjamah tempat ini, akhirnya mumpung barusan rapat di KaPeKa dibatalkan secara mendadak *alias sudah sampai di sana di siang bolong ini tapi baru diberitahu di sana*, mumpung lagi MamaDedehKW *bos eikeh yang seperti Mama Dedeh Aseli hihihihi* lagi rapat, ya melipirlah gue ke sini.

Buat Mbak BayuTrie, Mbak Chicaz dan Teh erry Bibi Teliti, maafkan saya yang baru akan menjawab komentar kalian hari ini, terima kasih lho suka mampir.

Kalau beberapa post rajin keluar hanya karena itu post dari status path saya. Hanya sekedar itu saja yang gue bisa update di sini, huhuhuhu ceydih banget dech. Gara-gara itu, gue pun jarang setor tulisan ke MD *maafkan mbak Hani dan Lita*.

Continue reading