A House Called Home

Rumah kami bisa kami sebut berukuran cukup. Tidak besar, tidak kecil. Bukan rumah mewah juga bukan rumah kumuh. Sederhana.

Continue reading

Advertisements

That Magical Spice

Mr. Y memiliki seorang tante, adik dari Ibu Mertua gue. Beliau menjadikan kegiatan masak memasak bukan sebagai sekedar hobi, namun juga sebagai mata pencaharian. Apapun yang dimasak oleh BuNdar, begitu kami memanggil beliau, pasti selalu enak. Sabtu malam kemarin, sepulang kami dari pengajian untuk 1000 hari sanak keluarga kami, kami bertiga, Mr. Y, gue dan Baby K, mengantar beliau ke rumah. Seperti biasanya sie yang kami nantikan, beneran kami nantikan kok hehehehe, adalah masakan beliau meskipun hanya sekedar left-over alias sisa-sisa. Karena si bayik kicik ingin minum susu, BunNdar membuatkan hot chocolate milk dengan cara memasukan bubuk Milo direbus dalam panci. See, apapun yang beliau sajikan pasti dibuat sungguh-sungguh meskipun akan memakan waktu.   Continue reading

Blog yang Berdebu Tebal, Terapi Jiwa, dan Label Lebay

Sudah lama tidak menjamah tempat ini, akhirnya mumpung barusan rapat di KaPeKa dibatalkan secara mendadak *alias sudah sampai di sana di siang bolong ini tapi baru diberitahu di sana*, mumpung lagi MamaDedehKW *bos eikeh yang seperti Mama Dedeh Aseli hihihihi* lagi rapat, ya melipirlah gue ke sini.

Buat Mbak BayuTrie, Mbak Chicaz dan Teh erry Bibi Teliti, maafkan saya yang baru akan menjawab komentar kalian hari ini, terima kasih lho suka mampir.

Kalau beberapa post rajin keluar hanya karena itu post dari status path saya. Hanya sekedar itu saja yang gue bisa update di sini, huhuhuhu ceydih banget dech. Gara-gara itu, gue pun jarang setor tulisan ke MD *maafkan mbak Hani dan Lita*.

Continue reading