Adek dan Sekolah

Me: Adek kalau di sekolah ngapain saja?
Adek S: Makan.
Me: Di sekolah bernyanyi ndak?
Adek: Ndak. Di sekolah Adek makan.
Me: ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…
Disclaimer: pelaku adalah anak kecil yang doyan makan saja termasuk doyan brokoli hihihihi – at Rest Area Km 14 Merak Jakarta

View on Path

Advertisements

Dot Bayi Koala

Me: Adek, adek masih bayi atau sudah besar?

Baby Koala: Sudah besar.

Me: Kalau sudah besar dotnya dibuang ya, minum pakai gelas.

Baby Koala: Ndak mau.

Me: Kan Adek sudah besar, dot buat bayi kayak Adik Sophia (sepupunya yang baru lahir).

Baby Koala: Adek masih bayi.

… dan berlanjut ke percakapan ini:

Continue reading

Little Miss Koala 101: Si Iseng

Suatu malam pulang kantor, gue sama Teteh #2 membahas tentang Zia yang katanya juara 1 bersama 2 temannya di lomba cerdas cermat antar TK di BSD. Anak gue yang suka gue bilang “berandalan” (maaf ya bukan mendoakan Nak, habis kamu iseng jahil dam gak bisa diam ya), bisa-bisanya jadi wakil sekolahnya untuk tanding cerdas cermat bersama temannya.

Teteh #2: Bu, tahu kan Zia itu suka iseng?
Me: Iya, anak itu gak bisa diam banget dech.
Teteh #2: Nah itu Bu, kemarin kan Neneng sempat ke sekolah Zia. Lalu Zia lagi iseng lagi dech dengan tangannya.
Lalu Zia dilihat sama Ibu-Ibu di sekolah tuch.
Me: Terus?
Teteh #2: Ya gitu dech, Ibu-Ibu itu bisik-bisik, itu anak iseng banget sie. Terus Ibu yang lain bilang, iya itu Shazia, anaknya iseng tapi dia yang juara 1 cerdas cermat kemarin.

Hahahahaha… Entah gue harus bangga atau ngumpet di mana, anak gue sudah terkenal karena iseng di TK nya.

Dan gue yakin pasti dengan sok PD ibu ibu itu penasaran dengan penampakan gue (yang gak pernah hadir di sekolah) :P.

Komentar paling parah adalah ketika Oom D nya memasang foto Lil’Miss Koala di FB nya.

Dek, keponakan lo mukanya usil banget

Hahahaha, sebuah komentar untuk foto seorang anak usia 1-2 tahunan lho.

Ya mau gimana lagi ya, kecuali menyalahkan gen Mr. Y dan Bapak gue yang kebangetan isengnya :). *emaknya gak mau disalahkan*.

Good night all.

Posted from WordPress for Android

Kalau Dekat Jambak-Jambakan, Kalau Jauh…

… kangen-kangenan.

Mungkin itu namanya kakak beradik. Sekarang berasa nyata di depan mata, di kehidupan Mbak Zia dan Adik Pippa alias Lil’Miss K dan Baby K.

Lucu sie melihatnya, karena pun gue sebagai pewaris tunggal alias anak tunggal Bapak dan Ibu gue, ya gak pernah merasakan namanya punya Kakak ataupun Adik. Hidup ya dijalanin hanya dengan orang tua gue, makan buat jatah gue sendiri, main Barbie pun juga main sendiri, gak ada yang namanya rebut-rebutan.

Beda sie dengan Mr. Y, dia sie 4 bersaudara, dengan selang 2 tahun yang memang sama Bapak dan Ibu Mertua direncanakan demikian, semuanya berjenis kelamin laki-laki. Pleeeeeeusnya ternyata anak ketiga Mertua langsung dapat jackpotย padahal sie berharap dapat anak perempuan dan dikasih sama yang di atas kembar dua laki-laki hihihihihi. Berantem, tidur bersama dalam satu kamar, berbagi sepeda dan Docmart pun jadi. Jadi, karena Bapak Mertua tergolong ketat manjain anak-anak beliau, alkisah mereka berempat hanya punya 2 sepeda buat bermain, jadi mereka bisa belajar untuk berbagi mainan. Kalau Docmart? Di zaman nge-trend-nya pakai sepatu Docmart yang mahalnya mit-amit itu, Alm. Bapak Mertua dapat kesempatan kalau gak salah dinas ke Australia atau kemana gitu, nah oleh-olehnya ya sepatu Docmart 2 bijik untuk dipakai berempat. untungnya kaki mereka ukurannya sama semua. Hihihihihi… Kalau gue pernah komentar tentang kisah si Docmart, gue bilang untung ya kalian itu beda sekolah, jadi kelihatan keren sie punya Docmart, kalau ketahuan bergantian bisa turun kerennya hahahaha.

Continue reading

Surga Di Telapak Kaki Ibu

Dua bocah kecil ini lagi keranjingan nonton VCD lagu-lagu anak-anak. Bermula dari Baby Koala yang suka menonton di rumah sahabatnya, Elok, lalu karena seperti biasa bapak-ibu gue prihatin dengan ke-merki-an gue dan menantunya untuk membeli VCD player – mau bilang tidak sesuai dengan tujuan parenting kami, tapi kok ya takut dikuliahin semalam suntuk, jadi lebih baik bilang lagi bokek – jadilah Bapak gue datang bak pahlawan menghibahkan VCD Player dari Rumah Padi hasil dahulu pernah menang undian ke pangkuan cucu-cucunya semata wayang itu.

*silahkan ibu-ibu sejagat raya menimpuk saya, yes I let my daughters watching TV, that is my sin as a mother… :)*

Balik ke cerita, ternyata kedua bocah itu hanya mau nonton lagu anak-anak, terutama VCD Dhea Ananda *siapa yang lahir di era yg sama angkat tangan ya*. Gak bohong, memang Dhea Ananda sebagai penyanyi cilik TOP habis.

Lagu kesukaan mereka terutama Miss Koala cuma satu: Surga Di Telapak Kaki Ibu.

Adegan weekend kemarin, sang Ibu duduk selonjoran di ruang perpustakaan mini turned to be TV room * jarang yang baca di situ dan bukunya belum sempat ditata*, sang Ayah sebagai VCD-jockey, anak-anaknya menari meniru gaya Dhea Ananda.

Miss Koala: Dek (Syifa), surga itu ada di telapak kaki Ibu. Nieeeee…. *sambil menunjuk ke arah kaki gue*

Terharu.

Happy weekend with your loved ones! ๐Ÿ™‚