Sop Buntut Hotel Borobudur Wannabe

Minggu lalu suddenly lagi pengen banget makan Sop Buntut. Sebenarnya Sop Buntut favorit gue dan keluarga besar ya bikinan Bapak gue, bergaya Minestrone Soup Amerika Serikat atau Sop Kacang Merah dari Manado, tapi kali ini tetiba pengen banget makan Sop Buntut Hotel Borobudur.

Kalau gaya Bapak gue mungkin akan gue share resepnya suatu saat nanti kalau lagi gak lupa ng-blog ya, tapi sekarang gue share Sop Buntut yang gue temukan di Sajian Sedap, tapi dengan modifikasi cara masaknya saja ya. Menurut gue sie jadinya enak banget, ya harus enak sie karena gue mencari buntut sapinya mesti menenteng belanjaan bolak balik dari Foodhall ke Ranch Market Grand Indonesia pakai sepatu berhak 7 cm, belum lagi harganyan ahahahaha.  Pengennya sie lebih murah dan segar beli di Pasar Modern BSD, tapi gue gak suka cara motongnya gak ciamik, jadi masih suka ketemu serpihan tulang. Next time mending beli di pasar dan gue harus belajar motong sendiri ya :).

Katanya Sop Bogor Cafe di Hotel Borobudur adalah termaknyus, iya memang benar kok, sesuai harganya pun buat gue sie gak rugi-rugi banget. Tapi kalau bisa bikin, mending bikin di rumah kan. Tapi gue gak menemukan resep seperti yang Hotel Borobudur, ya namanya resep otentik ya, ada karya ciptanya gitu, tapi ya demi mengobati rasa kangen gue dengan Sop Buntut…

Dengan resep ini kadang gue modifikasi dagingnya, kadang kalau lagi malas pakai panci presto dan masaknya gak banyak ya gue pakai slow cooker atau crock pot selama kurleb 6 jam di suhu HIGH.

Satu hal yang gue temukan, secara iseng-iseng sie, ternyata kalau gue bikin airnya mendidih lalu baru masukin daging sampai matang, menurut Mr. Y rasanya dagingnya lebih terasa. Ohya gue punya presto ini lungsuran dari Bapak gue, Dari mulai menikah, modal beliau di dapur ya harus punya Panci Presto ini *ya ya ya ternyata panci presto bukan idaman ibu-ibu saja hahaha*.

Anyway ini resepnya, dari sajian sedap dapatnya.

Bahannya:

1,5 kg buntut sapi

3.000 ml air

3-4 buah wortel organik yang kurus-kurus itu, dipotong bulat

3 buah kentang, dipotong kotak

1/2 sendok teh pala bubuk

3 cm kayumanis

4 butir cengkeh

garam gula pasir

2 batang daun bawang dan seledri dibiarkan utuh diikat

mentega untuk menumis

Bumbu Halus:

1,5 sendok kecil bawang merah halus

1 sendok bawang putih halus

1 sendok teh merica

Cara membuat:

  1. Panaskan air sampai mendidih lalu masukkan buntut sapi.
  2. Setelah daging matang lalu presto buntut sapi dalam air sampai empuk dengan garam dan gula pasir, matikan waktu 30-40 menit setelah mendesis.
  3. Sambil menunggu buntut empuk, tumis bumbu halus, pala bubuk, kayumanis, dan cengkeh sampai harum.
  4. Masukkan Bumbu Halus ke dalam rebusan buntut dan tambahkan daun bawang seledri. Masak sampai mendidih.
  5. Masukkan wortel, tomat dan kentang. Masak sampai matang. Kalau beberapa orang suka memasukkan tomat sebagai bahan pendamping, kalau gue doyannya dimasukkan langsung.
  6. Kalau gak suka berlemak, silahkan diambil lemak-lemak yang mengapung di sop-nya ketika merebus sampai empuk atau setiap memanaskan.
  7. Kalau mau lebih mantap, sediakan jeruk nipis dan bawang goreng.

Selamat mencoba ya….

Btw kalau mau tahu kenapa gue sampai harus bolak-balik dari Foodhall ke Ranch Market adalah karena mas-mas yang bagian daging di Foodhall dengan baik hatinya memberi informasi kalau daging buntutnya sudah tidak terlalu segar, agak merah kelam gitu dech (padahal gue gak tahu bedanya). Sudah beberapa kali gue diberitahu informasi memilih daging dan ikan yang bagus di Foodhall Grand Indonesia, malah pernah gue dilarang memilih ikan Gindara kalau gue gak bisa mengolahnya (takut kenap-kenap bu kalau buat anak). Atau kalau gue minta yang fresh, mereka cari ikan yang fresh apalagi kalau gue bilang buat MPASI bayi dan anak-anak. Senang kalau dapat pekerja yang tahu pekerjaannya apalagi membantu pelanggan mereka :). Terima kasih ya mas-mas Foodhall GI.

Btw hasilnya sungguh enak menurut gue ya, Mr. Y dan anak-anak hehehe bahkan Duo Teteh pun doyan kok, bentuknya adalah seperti ini tadaaaaaaa:

photo 1

Advertisements

13 thoughts on “Sop Buntut Hotel Borobudur Wannabe

  1. danirachmat says:

    Simpen resepnya Bu. Kali aja pengen bikin. Pernah makan sup buntut hotel ini sekali dan tahu gak sih? Belakang kepala langsung berat banget. Kolesterol ato apalah itu namanya ya.. hahahaha.

  2. Ayu says:

    boleh untuk dicoba ni cocok untuk saya karna seneng masak, apalgi sebentar lagi idul adha bakalan bakalan banyak daging sapi dirumah hehehe… salam eknal ya bu

  3. De says:

    duh jadi beneran nelen ludah ngebayangin sop buntut Hotel Borobudur nan tersohor itu, ditambah liat penampakan foto di sini. Kapan2 mau ah nyicip, belain ke rumah Tyas deh

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s