Menjawab Komentar dari Pak Henry

Post ini khusus menjawab komentar Pak Henry  pada post gue sebelumnya mengenai ASI, mohon maaf dibuatkan post tersendiri agar bisa dijawab secara terang-benderang, tidak dalam rangka memojokkan siapapun.

Komentar Pak Henry

Komentar Pak Henry

Pak Henry YSH,

Terima kasih telah berkenan meluangkan waktunya untuk membaca sekedar coretan kecil tentang ASI dari saya, dalam Anak-anak Kami Bukan Anak Sapi.

Mohon maaf apabila mungkin dalam jawaban saya ini kita mungkin tidak sepaham, atau mungkin ada kesalahan dalam mengutarakan suatu pendapat dari saya sehingga tulisan saya telah memberikan pemahaman yang lain terkait dengan ASI. Dalam jawaban saya ini, saya akan berusaha tidak membela diri, namun saya akan berusaha meluruskan pemahaman mengenai ASI dan Sufor ini.

Bagi saya, sebagai ibu dari 2 orang anak bersama suami, ASI adalah pilihan utama kami dan merupakan pilihan yang sangat pribadi. Pilihan yang sangat pribadi menurut kami adalah antara lain tidak kurang dari kami memilih untuk berusaha memberikan ASI atau Sufor, memilih cara mendidik anak-anak dengan gaya Tiger Mom atau Ayah Edy, mengenalkan gadget atau barang elektronik seperti telpon genggam dan tablet sejak dini atau tidak, memilih sekolah negeri atau internasional, dan hal-hal lainnya. Hal tersebut adalah hal-hal yang perlu kita hargai keputusan dari masing-masing orang tua, dimana tidak bersifat hitam putih, benar salah.

ASI merupakan keputusan saya sebagai Ibu dimana suami saya menyerahkan seutuhnya kepada saya. Dalam keyakinan kami, salah satu tugas utama seorang ibu adalah mendidik anaknya dibantu oleh ayahnya. Jadi untuk keluarga kami, keputusan terkait pertumbuhan anak-anak adalah tanggung jawab saya sebagai ibu, dengan support dari suami saya. Pada dasarnya kami harus menjadi satu tim yang kompak.

ASI bagi kami sebagaimana saya tulis dalam tulisan saya di atas masih merupakan pilihan kami yang terbaik, dari sisi nutrisi yang bersifat alami, ASI memang terbaik.  Perlu kami jelaskan bahwa dalam keluarga kami menghindari chemicals substances antara lain karena anak-anak kami memiliki alergi terhadap beberapa zat dan anak kedua saya ketika bayi memiliki intoleransi laktosa (lactose intolerance), sehingga pemilihan bahan yang sifatnya alami didasarkan pada faktor kesehatan termasuk pada makanan dan minuman.

Hal-hal yang baik tentang ASI dapat Pak Henry baca dalam jurnal-jurnal kesehatan dunia, atau saya berikan  beberapa artikel pencerahan di sini Breastfeeding is Worth Fighting For dan di sini juga Asi & Vaksinasi, Perlindungan Terbaik Untuk Buah Hati. Saya yakin Bapak akan selalu memilih yang terbaik bagi istri dan anak Bapak, karena saya yakin Bapak sangat bertanggungkawab terhadap keluarga Bapak dengan memberikan perhatian begitu besar terhadap kelelahan yang sedang dialami istri Bapak.

Yang perlu kita sadari tidak semua ibu-ibu beruntung seperti saya, teman-teman maupun istri Pak Henry sendiri. Untuk sebagian besar ibu-ibu dengan bayi, memberikan ASI merupakan perjuangan, terutama bagi ibu yang tidak berada 24 jam bersama dengan bayinya. God bless your wife Pak Henry, dapat menyusui secara eksklusif selama 3 bulan. Beberapa teman saya sudah tidak memberikan ASI di minggu pertama kelahiran anaknya karena tekanan dari lingkungan keluarganya sendiri.

Saya mengerti Bapak sangat memperhatikan istri Bapak, Bapak memperhatikan tekanan yang dialami istri Bapak secara psikis dan dan fisik. Saya rasa istri Bapak sangat beruntung karena mempunyai Bapak sebagai suami yang memperhatikan kesehatannya.

Saya rasa bahwa pilihan istri Bapak merupakan pilihan pribadi untuk menyusui secara eksklusif bayi Bapak dan istri. Bagi kami para ibu yang menyusui, yang menghadapi tekanan psikis dan kelelahan, tentunya tidak akan bertahan tanpa dukungan dari suami kami. Para suami yang saat ini tergabung dalam wadah @AyahASI bukan semata perkumpulan Ayah Pro ASI, tapi lebih ke perkumpulan Ayah Pendukung Istri, karena dengan dukungan suami sangatlah berharga. Ayah dan Ibu merupakan satu tim yang kompak dalam membesarkan anak bukan Pak?

Saya membaca komentar Bapak, bayi Bapak saat ini berumur 3 bulan, dan saat ini sedang sering minta menyusui (setiap 1 jam sekali). Terkait masalah ini mungkin dapat saya bantu, dengan artikel ini Growth Spurt pada Bayi. Di dalam artikel dimaksud disebutkan bahwa:

growth spurt sebenarnya bagian penting dari perkembangan normal bayi. Semua bayi, baik bayi ASI maupun yang minum susu formula pasti mengalami growth spurt. Namun yang paling terlihat memang pada bayi ASI karena si ibu jadi merasa keteteran karena jadwal minum bayi yang jadi lebih sering sementara jadwal tidurnya berkurang.”

Selain itu artikel dimaksud membahas caranya membedakan growth spurt dengan produksi ASI yang memang kurang:

  • Selama growth spurt bayi akan minum lebih sering dan lebih lama periodenya ketimbang hari-hari sebelumnya. Kadang juga jadi sangat rewel dan pola tidurnya juga bisa berubah jadi tidur terus atau malah ngga mau tidur.
  • Growth spurt paling awal terjadi pada usia 7-10 hari atau sekitar masuk minggu kedua, kemudian 3 dan 6 minggu; lalu 3 dan 6 bulan. Selain ini ada juga waktu-waktu random dimana anak juga mengalami semacam growth spurt dan ternyata, ini berlangsung sampai usia remaja 😀

Jika Pak Henry dan istri masih mengalami masalah terkait dengan pemberian ASI kepada bayi Bapak dan ingin bertanya lebih lanjut tentang ASI, silahkan Bapak dan istri jangan segan-segan untuk berkonsultasi ke konselor laktasi di rumah sakit terdekat atau dapat menghubungi @AyahASI untuk kelompok pendukung ayah-ayah. Atau jika Bapak dan Istri ingin bertanya kepada saya dan suami secara pribadi bisa dikirimkan kepada kami di bagian how to contact us.

Kami akan senang apabila bisa membantu :).

Advertisements

5 thoughts on “Menjawab Komentar dari Pak Henry

  1. danirachmat says:

    Setuju dengan yang ditulis di sini meskipun kalau akhirnya memutuskan memberikan sufor juga tidak jadi masalah. Semua kepuusan pribadi tiap keluarga yang tidak bisa dihakimi oleh keluarga yang lain.

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s