Capres2014: Jangan Sampai Musuhan Ya BroSis

Soal Capres, mungkin ini akan jadi post yang pertama dan yang terakhir terkait Calon Presiden 2014.

Pertama-tama, meski gue terlihat akan pasti mencoblos calon tertentu, pastinya bukan hanya karenaI like him nor his performances in the government, but I might vote for him just because his success team’s strategies for Indonesia, repeat ya, his success team’s work plans for Indonesia. Deep inside I actually have a doubt on one of the candidates’ competencies and have a very big question mark about himself. In other side, his opponent has a strong character and have his own firm plans on Indonesia’s future, despite his dark background and the fact that i don’t like his supporters behind him and his past too. i wish that if i could turn back time and the candidate number X collaborated with candidate for vice president  number Y, and success team number Z joins candidates number A etc. Keep on dreaming Yas hahahaha.

Karena banyak gak cocoknya ya dengan calon yang sekarang, gue dan Mr. Y jadi banyak browsing.
Jadi dalam pemilihan presiden ini sudah menjadi kewajiban kita harus piknik.

Baru kali ini ya gue harus memilih pakai mikir pula. Di zaman SMA, ketika hanya bisa memilih di atara 3 warna: kuning-merah-hijau, kayak lampu merah ya, ya gue sie mengikuti apa kata guru. Maklum kan zaman OrBa, siapa sie yang gak takut sama anjuran partai yang satu itu?

*setahu gue hanya Bapak dan Ibu gue saja yang berani memilih warna lain hehehehe*

Sekarang?

Partai banyak pisan yaaaa…

Seriously gue keblinger melihat masing-masing partai. Kemarin saja, pas pemilihan Anggota Legislatif, gara-gara gue salah baca soal daerah pemilihan gue, maka pas gue membuka kertas suara yang ada gue sampai 20 menit termenung di tempat mencoblos hahahaha. Rekor banget dech.

Untung ya sie, pemilihan presiden ini sekarang lebih head to head, tapi ya kok calonnya ya begini ya kakak… *colek anggota tim sukses idola kok gak maju sie pak???*

Meski hanya 2 calon kandidat presiden, tetap ya pusing itu sifatnya definitif di kepala gue. Ini baru namanya too much information will kill me. Adalah black campaign lah, adalah berita berseliweran di media sosial lah, ada yang serang-serangan di twitter lah. Sampai terakhir gue mendengar cerita di acara seminar kemarin, pasangan suami istri berdebat lah masalah capres ini. *tepok jidat*.

Sampai puncaknya hari ini di Grup WA Kejora, teman gue meminta agar WA Group kita tidak memasukkan link-link tentang capres ini karena menurut dia siapa tahu kalau calon yang kita jelek-jelekkan (umpamanya) malah jadi presiden kita. Mak jleb banget sebenarnya nasihat teman gue ini. Apalagi gue sering mentertawakan para capres ini *maaf ya pak, tapi saya memang silet*.

Sejujurnya sejak acara Debat Capres Ke-3, gue pun agak jengah dengan Kampanye Capres ini. FYI di twitter gue hanya follow orang-orang tertentu saja selain pertemanan demi mendapatkan informasi yang tersaring. Ternyata selebtwitter yang gue follow itu condong ke kandidat tertentu. Entah ya kenapa kok gue merasa selama Debat Capres ke-3 itu kok ya kok membela calonnya agak bagaimana ya, padahal sie menurut gue pribadi *jangan marah di luar sana* penampilan calon tersebut masih jauh dari ekspektasi gue pribadi.

Apalagi soal politik internasional dan ketahanan nasional, kebetulan gue bukan pakar Hukum Internasional, cuma pernah kuliah dengan bidang kekhususan itu, tapi gue berharap pertanyaannya dan jawabannya akan lebih berbobot apalagi mereka berhadapan dengan moderator yang ahli hukum internasional (kebetulan beliau adalah dosen pembimbing gue buat skripsi S1 hehehe) dan akan lebih seru bukan sekedar bertanya menjawab. Santun sie santun, tapi kok gue pribadi di kantor dan di rumah pun sering mengadakan diskusi panas (dengan kepala dingin tentunya), debat capres ini kok ya begitu-begitu saja, mana serangannya, mana kick back nya? Padahal sie kemarin itu bisa seru lho kalau dibahas secara mendalam.

Balik lagi soal para capres ini, saat ini gue sama-sama melihat dua-duanya atau sebagian dari para pendukungnya melakukan negative campaign. Banyak foto-foto yang beredar dengan mengedit seorang kandidat dengan kuda. Ada yang membuat obituary palsu tentang kematian seorang kandidat. Ada yang membawa masalah agama kedua kandidat ke permukaan. Ada yang membuat berita palsu dan fitnah tentang kedua kandidat melalui blog dan mass media. Menyebarkan berita yang tidak teruji kesahihannya.

Akhirnya kok malah jadi serang-serangan karena ternyata gak semua teman kita itu memilih orang yang sama. Serang-serangan di twitter, di BB Group, di WA, di FB, di kantor dan di rumah?

Apalagi gara-gara sekedar no mention di socmed tentang seorang kandidat, yang kesindir berjuta-juta umat… Haloooow.

Gue sama Mr. Y pernah lho berantem gara-gara P*N dan calon presiden zaman dulu AR, serius nie, gara-gara gue memaksa untuk tahu pilihan dia, dan ketika tahu ternyata di mencoblos berbeda, gue ngambek dong dong dong. Padahal pak AR pun gak kenal kali ya hahahaha. *dan sekarang pun kekaguman buta gue kepada AR sudah berakhir juga hahahaha*.

Sejak itu sampai sekarang, politik itu adalah bagaikan keyakinan buat kita berdua, sudah hak masing-masing. Boleh berdebat, berkomentar, membahas kelemahan dan keunggulan masing masing pilihan tapi gak boleh memberitahu pilihannya masing-masing, LUBER gitu hahahaha. Namanya juga diskusi untuk tahu siapa yang akan dipilih. Hanya mengumpulkan informasi.

Balik ke negative campaign, apakah dengan begini caranya kita mendewasakan Indonesia? Entahlah.

Kan gak lucu kali ya berawal dari berita-berita fitnah malah kita jadi musuhan dengan teman kita sendiri.

Lebih gak lucu lagi Indonesia pecah gara-gara sekedar fitnah yang dilemparkan oleh orang-orang yang tidak berkepentingan terhadap Indonesia itu sendiri.

Semoga sie ya, pemilihan presiden ini tidak sampai membawa Indonesia kepada perpecahan.

Namanya juga pemilihan, head to head pula, lagipula kursi presiden RI cuma ada satu, masa mau pangku-pangkuan di podium hahahaha. Ntar rebutan Aiped punya Setneg gak lucu juga 😳. Pasti pemenangnya hanya ada satu. Kalau calon kita kalah, ya kita jadi pengawas calon yang menang dong, oposisi istilahnya.

Sudah saatnya Indonesia belajar tentang makna demokrasi itu sendiri, yang intinya adalah belajar menerima masukkan dan kritikan dari orang lain.

Kalau suami beda pilihan, jangan ngambek.

Kalau teman suka membela sampai mati dengan kandidat lain, bukan berarti dia bodoh.

Kalau bos membela kandidat yang satu, buka berarti dia sombong.

Kalau orang lain tidak mau memilih sama sekali, bukan berarti dia gak peduli terhadap negara ini (mungkin dia punya cara lain untuk turun tangan lho).

Tapi kalau ada selebritas politikus oposisi tiba-tiba nempel dengan kandidat tertentu, nah itu baru kita boleh curiga jangan-jangan hahahahahaha *no comment*.

A healthy democracy requires a decent society: it requires that we are honorable, generous, tolerant and respectful – Charles W. Pickering

photo

dapat dari @turuntangan

Buat teman-teman gue mau memilih Kandidat No.1 atau Kandidat No.2  atau gak mau memilih manapun, kita tetap berteman ya!

Advertisements

13 thoughts on “Capres2014: Jangan Sampai Musuhan Ya BroSis

  1. Bibi Titi Teliti says:

    Tyaaaaas…
    Makanya aku tuh gak pernah komentar tentang politik di social media mana pun, baik di twiter, fb apalagi di blog…
    Tapi selama ini aku sih berusaha menikmati aja lah…namanya juga lagi pesta demokrasi dan semua orang pada pengen ngerayain dengan cara mengeluarkan pendapatnya 🙂

    Dan aku pun beda capres ama si abah lhoooo…
    tapi selama duit belanja nya lancar…aku mah asyik asyik aja laaah…hihihi..
    *murahan sekali aku iniiih*

    • Mrs. Tyasye says:

      hahahahaha… Mr. Y bukan gak pernah kasih tahu lagi Teh, aku curiga malah dia suka bohong kasih tahu siapa yang dia pilih (dia pun ngaku sie kalau dia bohong), supaya aku gak ngambekan hahahahaha.
      Daripada ya kali dia pikir gak dimasakin sama istri, daripada nanti gak disayang istri mending bohong kali ya Teh suami ku wkwkwkwkwk.
      Teteh, tulisan yang terakhir bagus banget, pengen aku kirim ember buat fathir main main hihihihi

  2. Putri says:

    hehehe…. yang terpenting kita berdo’a semoga indonesia mendapat pemimpin yang amanah jujur dan mementingkan kebutuhan rakyat terutama kalangan menengah kebawah

  3. Riri says:

    berkunjung, mari kita berdo’a semoga pilpres 9 juni mendatang lancar, dan tadi mlm dengar di berita pilpres dipastikan 1 putaran katanya bu, ditunggu kunjungan baliknya ya bu, barangkali ada yang bermanfaat ditempat saya ^_^

  4. Cicha says:

    Lagi blogwalking di blog emak2, ketemulah blog ini 🙂

    Aku juga sebenernya malesss ngomongin soal pilpres dan capres2 ini di blog/socmed bukan karena ga peduli ato apatis, lebih karena takut kalau ada temen2 yang ga sependapat dengan aku, akhirnya jadi sensi malah jadi ga temenan lagi. Padahal jagoan mah ada banget.. mulut ama jari kadang gemes pengen komen atau kampanye2 halus, tapi aah daripada ini itu, mending keep sendiri & kampanye dikit2 aja, berusaha netral, daripada ujung2nya musuhan ya haha.

    Intinya sih, siapapun presidennya kita tetep harus cari uang sendiri, berjuang untuk keluarga sendiri.. ga bakal dikasih gabruk duit juga sama di soon-to-be the next president itu. So.. just hope for the best.

    Laah mau salam perkenalan jadi serius begeneeeh haha. Salam kenal yaaa 🙂

    • Mrs. Tyasye says:

      Salam kenal juga Mbak Cicha, terima kasih sudah mampir…

      Gue pun malas membahasnya sampai teman gue mengajak berantem. Yaelah diskusi kok jadi berantem ya. Apalagi gue beranggapan dia satu kantor harusnya gue dong berharap doski berwawasan luas dalam artian diskusi itu bukan untuk menjelek-jelekkan.
      Ternyata pun setelah bisik-bisik sie sama teman lain, ada teman FB (dan untungnya gue males buka FB) gue perhatikan ada yg suka posting2x bawa-bawa agama. Hadeuh pusing lagi gue. Bukan simpati, malah antipati jadinya.
      Semua ingin yang terbaik, tapi jangan saling mengatakan yang satu sesat yang satu bodoh. Yang berantem para capres dan orang-orang di belakang mereka yang punya kepentingan, lah yang berdarah-darah malah rakyat. Aneh tho.

      hahahaha ini jawabannya serius juga 😛

  5. Richo A. Nogroho says:

    Selesaiii, sudah selesai pencoblosannya yah. tinggal nunggu hasil dari KPU. sekarang banyak surve meliris perhitungan cepat, hasilnya banyak yang tidak sama. cenderung meninggikan kandidat yang didukungnya yah, Mbak. yah, semoga saja siapapun yang terpilih, bisa membawa Indonesia lebih baiiik lagi 🙂

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s