Lesson Learned From Meet The Robinsons

Ini sebenarnya film lama, tapi seperti UP! dan Snow White, gue gak akan pernah bosan menontonnya berulang-ulang.

Kisah utamanya sebenarnya Lewis seorang bocah yang ditinggal di depan panti asuhan sewaktu masih bayi dan sampai saat ini dia ingin membuat mesin waktu dimana dia bisa melihat wajah ibunya. Suatu ketika dia bertemu dengan Wilbur (yang di akhir cerita ternyata Wilbur adalah anaknya di masa depan). Wilbur ini minta tolong agar Lewis bisa memperbaiki mesin ayahnya Wilbur yang dia rusak, dan ternyata mesin itu bisa membawa manusia ke masa lalu.

Gara-gara dia bertemu Wilbur, dia bertemu The Robinsons (yang ternyata adalah keluarganya di masa depan), bertemu kakek-nenek Wilbur (yang ternyata adalah ibu-bapak gurunya di sekolah dan akan mengangkat Lewis menjadi anak mereka kelak) dan dia ternyata menyukai keluarga tersebut. Di akhir cerita ketika Lewis berkesempatan untuk kembali ke masa dia ditinggalkan, hampir ketemu ibunya untuk menghentikan beliau meninggalkan Lewis di panti asuhan, namun Lewis menahan diri karena ternyata dia memilih untuk diam sehingga masa lalu tetap berjalan seperti yang telah terjadi dan kelak dia akan bertemu dengan The Robinsons.

Gue suka banget cerita ini, karena ada pelajaran berharga bahwa kita memang tidak dapat mengubah masa lalu, dan meski kita juga gak bakal tahu masa depan seperti apa, masih kelihatan suram tapi belum tentu gak indah kelak ya gak?

Sama halnya sekarang, yang terjadi saat ini sama gue, meski masa depan perkuliahan belum begitu jelas saat ini (hopefully soon gue akan mendapat kabar baik dari atas, terus berdoa :)), meski orang-orang bilang andai gue A,B,C,D and etc., andai dahulu memilih sekolah dari pada promosi biar gak terjebak dalam kegalauan-2-institusi-negara-rebutan-membayarkan-uang-sekolah-gue-nanti (lebay Yaaaaas hahahahaha), tapi ya mau bagaimana lagi ya gak.

Apalagi dikait-kaitkan kenapa dulu punya anak kedua dulu kenapa gak sekolah dulu dan seterusnya. Sekalian gak ditanyain kenapa menikah sama Mr. Y bukan sama yang-lain-yang-mungkin-lebih-ganteng (istri durhaka kakakakakakak :D).

Bos divisi lain kemarin habis kasih nasehat, jadi kita gak pernah tahu ujung cerita di akhir sana, berdasarkan pengalaman doski mungkin sekarang terlihat hidup itu buruk, tapi ternyata pada akhirnya gak pernah tahu ternyata hikmah baiknya begitu luar biasa menyenangkan hati kita.

Masalahnya cuma satu Pak: masalah hidup saya ini kok gak berakhir-akhir ketemu ujungnya hahahahahahahahaha.

Ada pepatah bagus dari Walt Disney yang sebenarnya jadi tema utama The Robinsons. Alkisah dahulu katanya Walt Disney gak selalu mendapatkan tempat untuk memperkenalkan karya-karyanya, bahwa sepanjang hidupnya selain pujian tentu ada masa-masa sulit. Tapi kalau lihat hasilnya sekarang dimana semua memuja Disney Kingdom, berarti memang Walt Disney gak pernah putus asa dan selalu berusaha maju di setiap rintangan kali ya.

Around here, however, we don’t look backwards for very long. We keep moving forward, opening up new doors and doing new things, because we’re curious… and curiosity keeps leading us down new paths. – Walt Disney

PS: Buat Zia dan Syifa jika suatu saat membaca tulisan ini, jangan lupa untuk selalu keep moving forward ya. Love – Ibu-

Advertisements

8 thoughts on “Lesson Learned From Meet The Robinsons

  1. hanindah says:

    Gw setuju banget soal moving forward ini. Walopun cerita dalam hidup gw cetek banget. gegara gw pernah diramal gak kan berjodoh sama mantan pacar gw yang ninggalin gw.
    Masih abege alay gitu ngerasa gimanaa gitu gak berjodoh sama dia, tapi gw mencoba untuk move on dan cari pacar baru. #eh
    Lah ternyata sekarang gw justru bersyukur gak jadi sama dia. hahaha…
    Alay oh alay…

    • Mrs. Tyasye says:

      Puk-puk-puk Ndah, namanya juga masih ABG, kayaknya zaman dahulu putus cinta itu suram banget ya hidup, skrg kalau dipikir2x masih lebih serem lihat IHSG naik turun :).
      untung ya ketemu Pak Hani Ndah, atau Pak Hani beruntung ketemu lo Ndah 🙂

  2. Bibi Titi Teliti says:

    Tyas 🙂
    Si Meet The Robinsons ini belum pernah aku nonton secara serius lho, udah berapa kali tayang di disney chanel padahal, tapi aku selalu nonton nya cuma selewat dong…*kebanyakan nonton dipidi*

    Tapi, justru itu menariknya sih, kita gak pernah tau ujung nya kan yah…
    Kalo udah tau pasti kita males malesan ngerjain apa pun yang ada di depan kita deh 🙂

    But I do believe in happy ending lho Tyas, call me naive tapi ya begitu itu deh…hihihi…

    • Mrs. Tyasye says:

      Toss ah Teh erry, mau dibilang gak boleh, saya mah pecinta film princess soalnya happy ending hihihihi. Film ini juga happy ending kok, hanya memang yang kita kita yg A itu akan bikin happy ternyata jalan yg B yang gak kita kira itu bikin happy ending juga.
      Kalau dalam hidup, pasti happy ending, masalahnya endingnya dimana ya :D.

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s