Cerita Commuter Line Part 1: Cuek

Mas-Mas pakai baju kantoran dan sandal jepit kamar mandi: mbak, mbak, *sambil teriak* ini kereta ke Tanah Abang? | Me: ya | Mas-Mas: *langsung duduk gak pakai terima kasih* | Me: Mas-mas itu kursi prioritas buat ibu hamil dan orang tua | Mas2x: iya sudah tahu *duduk dg cuek*

Maaf ya Mas, gue bakal silet even I’m not a saint too, entah bagaimana rumah atau kantor Anda mendidik anda. Tapi daripada saya bertanya-tanya lebih baik saya komentar kelakuan (dan muka uuups gak boleh menghina fisik) anda gak lebih baik dari sandal jepit kamar mandi putih bulukan yang anda pakai *evil grin* 😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈

Pagi-pagi sudah silet 😜😜😜😜 – at Serpong Train Station

View on Path

Advertisements

8 thoughts on “Cerita Commuter Line Part 1: Cuek

  1. danirachmat says:

    Orang kayak gitu emang kudu disiletin. Pindah kan dia dari duduknya? Kalo enggak emang kudu keluarin silet beneran. parah emang ya ignorance orang-orang itu dan manalah itu habis nanya lagi.

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s