Kompor, Oven, Tikus dan Service

Sehubungan lagi sibuk bikin laporan dan ternyata kantor yang gue tinggal selama kurleb 3 minggu menghibahkan banyak kerjaan yang masih pending, jadi gue ng-post sesuatu yang akan jadi reminder gue kelak.

Judulnya dibuat mudah supaya kalau ada yang seperti gue dulu pusing bukan kepalang mencari service pembasmi tikus seperti gue di beberapa bulan yang lalu lebih mudah untuk mencarinya di Mbah google. Dan buat gue sendiri lah.

Alkisah nie, kalau disebut barang berharga di rumah (tentunya selain anak-anak, emas, perhiasan, kristal, dokumen tabungan, deposito, duo teteh, dan baru Mr. Y *keplak* hehehehe) adalah salah satunya kompor oven gas gue… apa sie nama Indonesianya? yang gue tahu freestanding oven. Gue cinta berat karena belinya pakai diskon itu tambah hood-nya ya, plus cicilan 0% selama 6 bulan, plus hadiah dari Mr. Y. Tentu diberikan bukan tanpa pamrih.

“punya kompor semahal itu Dear, mending kamu jadiin lahan usaha, jualan ayam panggang kamu yang enak itu…”

*kalimat yang sangat-sangat penuh bujukan investasi*

Tapi, damn, I love my freestanding oven ini. Masak apapun jadi mudah, maksudnya eikeh kan cuma bisa masak a la kebarat-baratan, gak jago nguleg gitu dan gak bisa bedain temu kunci dan beras kencur hahahaha.

Mau ayam panggang terasi? hayuk. Mau Lasagna? hayuk. Mau cookies? hayuk. Meat loaf? hayuk.

Apalagi ya, Duo Teteh itu ndak bisa masak kecuali sayur bayam dan sayur asem. Eikeh masak tiap hari kalau bisa. Kalau gak, sodorin ayam potongan dan bumbu B*mboe ayam goreng yang ceunah (katanya in Sundanese) non MSG (tapi asinnya itu kalau dimakan tanpa diolah mentah-mentah mungkin sebagai pengawet).

Suatu saat datanglah si Tikus masuk ke oven dan meracuni kompor gue dengan pipis dan pupup. Hoeeeeeeeeeeeeeeeeek!

Mana Bos Y itu takut tikus kakak. Hiiiih laki-laki macam apa????

Yang ada tiap hari gue beberes bersihin, tapi gak mau pakai oven karena takut anak-anak kena penyakit tikus.

Masak pun mau muntah2x, entah dimana mereka pipis dan pupup kok baunya gak hilang.

Karena frustasi bo, dan mood gue hilang gara-gara si Tikus, jadi gue mencari lah di mbah Google. Awalnya susah carinya, masukkin kata tikus, kompor, Ar*ston, service… gak dapat dech.

Btw sebelum googling ke NCC, gue sempat ke service resmi Ar*ston. Maaf ya, mengecewakan. Nol besar.

Jadi mereka gak begitu cepat mengirim teknisinya. By phone mereka bilang untuk kasus itu mereka akan mengambil kompor itu dan akan di service di bengkel mereka.

Teknisi baru datang beberapa hari kemudian, cuma sekedar melihat, meski sudah dijelasin, dan hanya dipasang kawat di bawah bagian kompor saja. Did you know bahwa disamping belakang masih ada lubang yang bisa dimasukkin tikus, atau tikusnya mesti dikeluarin dulu maka harus di bongkar di bengkel? Teknisi itu tak melakukan apa-apa. Dan kenyataannya si Tikur memang terjebak diantara Oven dan Kompor dong.

Kecewa, maka gue mencari service yang lebih bisa dipercaya dong, karena tikusnya setiap hari semakin membabi buta keluarin kotorannya.

Lalu gue masukkin kata tikus, kompor dan NCC (tahu kan klub dewi-dewi masak yg canggih itu) di Mbah Google. Pasti NCC gak pernah salah dech :).

Dapatlah nomor service katanya langganan Ibu-Ibu NCC yaitu Pak Yanto Komporga.

Ditelpon sekali kayaknya yang terima Bu Yanto. Langsung beliau sigap minta sms ke nomor HP Pak Yanto, dan langsung lho jika ada teknisi yang bisa langsung dikirim.Besok 2 teknisi hadir di BSD. Langsung dibawa ke garasi kompor gue dan dibongkar oleh mereka. Dan memang si tikus terjebak di sana.

Semua dibersihkan, dicuci, dikawat sampai gak ada lubang yang bisa dilalui oleh tikus. Bersih dan beres.

Service excellence ini namanya!

Pak Yanto juga gak tanggung-tanggung servicenya, karena sebulan kemudian ternyata ada bagian yang lepas sehingga kompor sempar menyembur api dan terkena teteh :(. Gak luka sie, tapi kebayang kalau anak2x ada dekat situ lebih ngeri kena muka mereka.

Mr. Y langsung telpon, dan tanpa ba bi bu Pak Yanto kirim teknisi esok paginya.

Kalau mau nomornya silahkan ke Pak Yanto di 021-8578804 atau Hp : 0818946913Apa kabar si Tikus?

Ya dibuang dong :).

Advertisements

2 thoughts on “Kompor, Oven, Tikus dan Service

  1. sondangrp says:

    Tyas itu namanya beneran pak Yanto Komporga? Aduh emang perlu usaha ya buat gak senyum-in nama orang yang menurutku rada beda *kayak orang komen ttg nama anakku* maksudku sesuai banget dengan kerjaannya, dulu temenku ada yg namanya Taxsari, beneran kerja di djp jadinya padahal bapaknya bukan pns dan gak cita cita anaknya jadi pns.
    Hihihiiiii kasusmu ini kayak kasus si Gamma (kalao kau kenal tum runner juga) tapi dia lebih nyebelin tikusnya mati di oven pas ovennya dipanasin tiba tiba gabruk gabruk gitu suara di dalam oven hiiy. Aduh berasa steak banget gak, dan yak suaminya kayak suamimu jijikan hahaha *sorry ngetawain tapi ini hiburan baca pagi pagi hahaha*

    • Mrs. Tyasye says:

      Kayaknya Komporgas itu nama perusahaannya hahahaha… Aku masang di HP seperti demikian supaya gak ketuker :P. Bersihinnya mit amit dech mbak, sampai aku cuci pakai alkohol semua panggangannya. Kalau pagi aman, tapi pas pulang eh dia sudah bersarang lagi di kompor. Suamiku sampai manggil satpam komplek hanya untuk mengusir kompor lho Kak, hiiiiih nyebelin banget :D.

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s