Roda Kadang Di Bawah dan Di Atas

Alkisah kemarin ketemuan sama teman-teman bermain di PCPM, untuk perpisahan si @supercoolkich yang mau pergi cuti di luar tanggungan menyusul sang suami ke Hong Kong.

Tiba-tiba tercetus bahwa gue hari ini akan berangkat dinas ke Paris. sebagai gambaran, masalah perdinasan ke luar negeri itu adalah hal yang cukup ya gak istimewa sie soalnya kerja juga, tapi siapa sie yang gak mau dinas ke luar negeri *dibayarin kantor*.

Jujur saja sie kalau I prefer dinas itu ke negara-negara yang gak bakal masuk itinerary gue dalam 10 tahun ke depan, misalnya India (nunggu sampai anak-anak kuat makan makanan yang aneh-aneh), Nepal, Timbuktu, Papua Nugini, etc. Seperti gue 3 tahun lalu ke India, kalau disuruh lagi ya gue akan mikir dulu kali ya, bukan kurang exotic tapi apa2x di sana mahal cuy (dan sedikit sama kotornya dengan Jakarta gimana gitu ya di Kota mumbay).

Tahun ini entah kenapa Tuhan memang sangat baik sama gue (dan keluarga), sudah keterima di sekolah hukum yang lumayan bagus di Belanda (yang mau menerima otak dodol kayak gue ini hihihihi), dapat kesempatan promosi, dan puncaknya di akhir tahun dapat undangan seminar tentang Legal Aspect of Central Bank di negara Eropa sana… Ini baru untuk urusan perkariran, yang dimana melihat jalan perkariran gue selama 3 tahun terakhir yang sedikit menyedihkan.

Akhirnya memang semua kerja keras terbayar tahun ini. Mari mengucap: Alhamdulillah.

Ternyata teman gue yang lain protes mendengar cerita ini. Teman gue adalah mantan staf di divisi gue saat ini, lalu pergi sekolah dan kembali ke Departemen lain yang kerjaannya menyusun bahan Rapat Dipertuan Agung Bos-Bos sampai lewat tengah malam atau subuh (kalau bisa bikin tenda di kantor mungkin akan lebih efektif gak perlu pulang rumah kali ya).ย Dia protes karena selama dia di divisi gue saat ini malah paling jauh dinas ke Singapura hihihihihi. Sekarang teman se-divisi gue sudah ke Hong Kong, Perancis bahkan Jerman.

Dan gue hanya menjawab bahwa posisi dia sama seperti gue dulu, selama di Departemen lama, paling banter dinas dalam negeri hampir setiap 2 mingguan, lalu ke luar negeri ke Australia dan India. Lalu gak dipilih dinas LN pula, tiba-tiba gue mutasi, dan pengganti gue di Departemen lama malah dalam kurun 6 bulan langsung dikirim ke Jerman.

Damn, I feel you D (nama teman gue yang protes)!

Dipikir-pikir tahun ini memang Tuhan memang baik. dan gue beruntung masih bertahan di setiap lowest point yang gue alami. Mungkin dulu gue suka mewek, nangis setiap dikasih nilai berdasarkan penilaian yang gak adil. tetap saja Bos memberikan kepercayaan (pekerjaan) yang berlebihan ke gue tapi ya gitu dech…

Tapi, gue belajar bahwa hidup itu memang keras, mau bagaimana lagi ya itu memang hidup. Gue belajar harus melihat sisi positif dari setiap kejadian. Ketika Bos memberikan pekerjaan yang banyak dan semakin strategis tapi nilai kinerja gue gak dinaikkan (karena hal hil hul macam-macam alasan:)), berarti 1) gue tidak mendapat nilai atas dasar kasihan dari Bos, 2) Bos percaya sama gue bisa menyelesaikan perkejaan dengan baik. See, kalau semua dilihat secara positif, gak bikin kepala pusing.

Gue belajar bahwa gue kerja di kantor ini because this is my passion. Kerja ya kerja, yang lain urusan sepersekian. Mau promosi syukur, gak pun gak akan menjadi gila hahahaha. Santai saja kalau kerja.

Jangan lupa selalu melihat semuanya secara luas, misalnya ya sudahlah gak apa-apa nilai kinerja tahunan gue standar habis, tapi lihat dong teman-teman yang dikasih nilai lebih baik, mungkin gak punya suami sebaik Mr. Y, belum tentu ada anak-anak seimut anak-anak gue (sombong ini mah Yas) atau punya orang tua, keluarga teman semeriah gue. Namanya juga rezeki dari yang di atas, pasti dibuat secara adil dan merata ya gak.

yang pasti memang Tuhan maha adil kok. Percaya dech :).

Advertisements

6 thoughts on “Roda Kadang Di Bawah dan Di Atas

  1. Nti says:

    Alhamdulillah….
    Kalau lagi di level terendah hidup, jangan lupa baca-baca lagi tulisan ini yah Yas… Hihihihi….
    Jangan lupa titipan H&M dan Naked 2 gue yah. *teuteub*

  2. De says:

    gw percaya banget sama Sang Mahal Adil.

    Kita diberikan apa yang kita butuh, bukan apa yang kita mau.

    So be happy with what we have, while working for what we want *_^

  3. Bibi titi Teliti says:

    aw..aw..aw asyik sekaliiii…
    jadi dirimuh ceritanya mau sekolah di Belanda niiiih?
    Congratz yaaaah ๐Ÿ™‚

    Memang waktu jaman aku kerja dulu, suka sebel sama bos sendiri yang perasaan suka kurang adil. Tapi tenang aja, kalo kerjaan kita emang baik, walopun si bos gak menilai, tapi orang lain akan turut menilai, dan InsyaAllah dapet balesannya kok ๐Ÿ™‚

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s