My Dream Board and My New Desk

Meja kantor gue sejak 1 Oktober 2013 sudah lebih luas. Alhamdulillah, karena gue bisa menaruh tumpukan dokumen kerjaan lebih banyak hihihihi. Promosi kalau gak punya anak buah itu sama saja, alias hanya naik gaji tapi kerjaan tidak bisa didistribusikan ke bawah, tanggung jawab lebih banyak. Dengan segala drama tangis darah yang pernah gue lalui untuk mencapai posisi ini, gue bersyukur kok.

Sebenarnya promosi ini berlaku per tanggal 1 Oktober 2013, dimana semakin mendekat ke Hari-H gue pun semakin galau. Ya sie, konsekuensi dipromosikan itu memang adalah tambahan pendapatan dan tambahan kekuasaan (sedikit, semoga gak menjurus menjadi Bos Kecil yang Menyebalkan hihihihi). Namun I realized that adanya tambahan responsibilities. Yes, responsibilities pakai di Bold, Underline, Text Highlight dan Italic ya.

Artinya…

  1. Setiap ucapan mulai saat ini harus lebih dijaga dong, gak bisa AsBun alias Asal bunyi.
  2. Dokumen yang ditanda tangan harus lebih diteliti.
  3. Apapun pendapat gue akan lebih didengar, yang artinya gue gak boleh mengeluarkan pendapat yang asal-asalnya tanpa pemikiran yang dalam.
  4. Harus lebih berprestasi dan bekerja keras dong.
  5. Kalau dulu ada kesalahan masih dimaklumi, sekarang ya gak bisa dong, lah tugas gue adalah untuk mengurangi kesalahan dari anak buah gue dengan meneliti pekerjaan mereka.

Meskipun ya gue juga gak pernah asal-asalan dalam bekerja, tapi ya kok gue jadi deg-degan, mau mundur saja rasanya, kok ternyata besar juga tanggung jawabnya kalau dipromosiin. Mampu gak gue menjalankan amanat itu? (Gimana sie Yas? Katanya kemarin mau jadi Gubernur Bank XXX sekarang malah ciut)

Hal yang sama gue rasakan ketika waktu itu sudah di depan mata akan berangkat ke Leiden, eh tiba-tiba ada perasaan ciut nyali gue apa gue mampu hidup di negeri orang sendirian. Keberanian gue berpetualang di negeri orang sewaktu lulus kuliah dahulu sudah habis seiring dengan keluarnya air ketuban kali ya hihihihi.

Mungkin gue kelamaan berada di comfort zone, yaitu selalu merasa aman karena masih ada boss di atas gue yang akan koreksi kerjaan gue. Sekarang gue akan mengkoreksi kerjaan anak buah gue kan. Kalau gue salah, yang lain akan berkata: kok begini sie, harusnya dia lebih ini itu dan sebagainya, kan sudah pejabat (teras depan rumah). Ini yang paling membuat gue galau, terlalu perfeksionis sungguh menyiksa ya.

Untung si Mr. Y ini suka mengeluarkan kata-kata penghiburnya, tahu istrinya lagi gundah gulana: “kamu pasti bisa kok Sye…”

Laki gue saja bisa percaya sama gue, masa gue gak percaya diri ya gak… *kecup basah Pak Suami*

Ya semoga gue bisa ya teman-teman.

Dan demi menyemangati gue bekerja setiap harinya, akhirnya kemarin gue bikin “My Dream Board”. Jadi ingat 2 tahun yang lalu gue pernah ikut pelatihan tentang bagaimana mengembangkan diri kita menjadi yang terbaik. Topik pelatihannya namanya Service Excellence. Awalnya para peserta pelatihan mengira akan dilatih bagaimana kita memberikan pelayanan terbaik stakeholders kantor kami, yaitu pemerintah, masyarakat dan lain-lain. Oh ya, kalau di kantor gue selalu ditegaskan bahwa meski kami adalah otoritas tapi kami bekerja untuk masyarakat.

Ternyata dugaan kami salah. Pelatih kami menerangkan bahwa konsep service excellence tidak hanya diterapkan dalam kegiatan bisnis atau pelayanan publik, namun juga bagaimana kita juga memberikan yang terbaik dari diri kita kepada rekan kerja kita, pimpinan kita serta lembaga tempat bekerja kita.

Salah satu dari konsep service excellence itu adalah how get motivated to be the best and reach our goals. Pelatih kami menjelaskan konsep bagaimana kita bisa mendorong alam sadar kita untuk mencapai impian kita. Pelatih kami bercerita bahwa anaknya dulu ketika SMA mempunyai impian lulus UMPTN (ketahuan dech umur gue, sekarang SPMB ya) masuk ke universitas Pajajaran. Demi menyemangatin anaknya, beliau memasang jaket almamater PTN tersebut atau barang-barang PTN tersebut. Akhirnya memang benar anaknya lulus SPMB ke UnPad.

Cara ini sebenarnya seperti The Secret kali ya, semacam self-hypnosis dan sudah banyak diterapkan orang-orang dengan memasang Dream Board di lokasi tempat mereka akan sering melihatnya. Jadi Dream Board ini berisikan gambar-gambar apa yang kita inginkan atau kita capai. Katanya sie banyak berhasil sie.

Dan gue percaya banget dengan pengalaman gue berhasil men-self-hypnosis diri gue sehingga gue hampir tidak merasakan sakit ketika kontraksi di dalam taksi itu lho, lalu gue berhasil memberikan ASI anak gue dengan self-hypnosis (ukuran berhasil gue berbeda yaaaa…), maka gue percaya kalau gue pasang Dream Board di meja gue, gue bisa men-self-hypnosis sehingga tercapailah impian gue satu per satu.

My Dream Board

My Dream Board

Dream Board gue sebenarnya gak muluk-muluk banget kok, paling yang paling muluk adalah ikut dalam lomba lari marathon hihihihi. Tapi yang lain hanya sekedar punya rumah 400m2 lalu beli Mini Cooper, ganti camera DSLR baru dan financial freedom adalah yang paling penting.

Lainnya adalah menjadi star employee (dengan harapan jadi Big Boss kelak dong), menjadi world greatest mom, keliling dunia dan as soon as possible finish my LLM degree.

Doa utama sie ke Mekkah dan Madinah, serta to stay healthy, wealthy, wise and happy. Mari diamieni ya… amien…

Moga-moga sie dengan gue melihat Dream Board ini setiap hari, gue bisa percaya diri mengerjakan pekerjaan gue selalu.

Tapi, ya memang gak selalu semua akan mendukung kita, seperti ini… Cobaan pasti ada saja 🙂

Kemarin setelah selesai membuatnya, gue pasang dong foto Dream Board ini as my Profile Picture.

Dan tiba-tiba dapat BBM seperti ini…

dari katanya seorang teman...

dari katanya seorang teman…

Heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeem…

*hening dulu*

Muhammad Ali pernah berucap seperti ini lho:

I know where I’m going and I know the truth, and I don’t have to be what you want me to be. I’m free to be what I want.”

*smile*

*no hard feelings kok*

*thank you that you really care, dear friend*

*smile again*

*mari kita OCD, Ono Camilan Dipangan yoooo*

 

HAPPY WEEKEND AND LONG VACATION GUYS!

 

PS. Oh iya tampilan meja gue yang baru seperti ini lho…

kumpulan ketentuan *ketahuan anak hukum*

kumpulan ketentuan *ketahuan anak hukum*

rapi kan :)

rapi kan 🙂

sisi lain gak gue foto, berantakan dengan dokumen hihihihihi….

Advertisements

2 thoughts on “My Dream Board and My New Desk

  1. Bibi Titi Teliti says:

    Congratz buat promosi nya yaaaaa!
    Mudah2an sukses di posisi barunya 🙂

    eh.eh tapi gue emang percaya sih ama teori the Secret itu…
    Dan pernah nonton juga salah satu episode di Oprah Show,
    seseorang waktu lulus SMP menggambarkan rumah idamannya. Dan ketka dia udah dewasa dan lagi beres beres gudang, ketemu lagi gambar tsb, dan ternyata sama persis sama rumah yang sekarang dia tinggali…Padahal dia udah sama sekali lupa sama gambar itu lho…

    Mudah2an aja semua gambar di Dream Board nya itu bisa kesampaian yaaaaah!

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s