Anak Ingusan Mainnya Bom Bom Car Saja

Note from the writer: “Tulisan ini telah dimuat di Mommiesdaily di link sebagai berikut: http://mommiesdaily.com/2013/09/11/anak-kecil-mainnya-bom-bom-car/. Terima kasih kepada tim redaktur MD yang berkenan mempublikasikan.”

 

I am not here to judge anyone.

Yang pasti tidak ada orang tua yang mau anaknya celaka, apalagi pasti semua orang tua berdoa saat anaknya lahir ke dunia, semoga kelak anak kita menjadi bermanfaat bagi orang lain.

Siapa yang setuju dengan saya?

Ternyata dalam perjalanannya untuk membimbing anak kita jalan tidak semulus yang kita duga. Buat Ahmad Dani dan Maia, sebagai sesama orang tua saya bersimpati atas musibah yang dialami Dul, saya terbayang beratnya cobaan ini siapa yang menginginkan suatu musibah yang menelan banyak korban.
Namun faktanya di luar sana banyak anak-anak yang mungkin umurnya lebih muda dari Dul sudah berkeliaran dengan kendaraan bermotor atau roda empat di jalanan. Dari yang sekedar keliling komplek perumahan sampai yang dibawa ke jalan raya. Hanya suatu kebetulan saja Dul adalah anak pasangan tersohor di negeri ini, pas usia di bawah umur untuk membawa kendaraan roda empat, pas membawa ke jalan raya, pas menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Langsung menjadi berita yang sensasional di tayangan setiap hari di semua media. Semua orang memberikan pendapatnya.

Fakta, lebih banyak anak-anak yang di bawah umur berkeliaran dengan kendaraan bermotor atau roda empat saat ini. Saya perhatikan bahkan di tingkat SMP sudah berjejer motor yang di parkir, meski memang aturan untuk mendapat SIM C adalah 15 tahun. Saya lebih menyayangkan bahwa anak-anak tersebut mengendarai motor bagai mengayuh sepeda. Tanpa helm, berboncengan bisa bertiga atau berempat jika muat, bahkan jika keluar dari tikungan lupa menengok kanan kiri.Β  Suami saya sebagai pengemudi handal kadang lebih grogi kalau di sebelah mobil kami ada motor dengan pengendara di bawah umur.

Di daerah tempat kami tinggal, sering terlihat seorang ibu ke pasar naik motor yang dikendarai oleh anaknya yang kakinya saja baru bisa menjejak di tanah. Sopir angkutan umum di Bogor yang pernah saya tumpangi ada sebagian anak-anak di bawah umur, yang tingginya mungkin baru sekuping saya.

Kalau saya tidak salah mengingat beberapa tahun yang lalu ada kasus artis yang meninggal karena tabrakan motor dengan pengendara yang juga masih di bawah umur. Salah satu teman saya pernah bercerita bemper mobilnya penyok ketika sedang parkir di jalan perumahan yang sepi karena ditabrak motor yang dikendarai anak kecil. Itu saja mobilnya sedang dalam posisi parkir, boleh dibayangkan jika di posisi mobil tersebut diganti dengan kita?

Seketat apapun kita sebagai orang tua melarang anak-anak untuk tidak mengendarai kendaraan, fenomena anak membawa kendaraan sudah hampir menjamur saat ini. Yang saya takutkan bukan hanya Shazia atau Maghali anak saya berada di balik kemudi, tapi bagaimana jika mereka berada dalam kendaraan yang dikemudikan oleh teman mereka yang masih di bawah umur.

Ditambah lagi fenomena membawa kendaraan ke sekolah seolah-olah sebagai upaya anak-anak menunjukkan bahwa dia adalah yang paling keren. Mungkin juga akhirnya disebabkan peer pressure untuk menjadi terkeren di antara teman-temannya.

Saya berharap dengan kejadian musibah kemarin, selain semoga banyak orang tua yang akan memperketat fasilitas kendaraan kepada anaknya, pihak sekolah, masyarakat dan pemerintah, terutama aparat kepolisian, juga melakukan hal serupa. Sekolah dapat melarang anak didiknya membawa kendaraan bermotor atau roda empat jika diketahui anak didiknya belum cukup umur. Pemerintah dan kepolisian dapat memberantas upaya melakukan SIM tembak, maupun sosialisasi berkendaraan secara bertanggung jawab ke masyarakat.

Mengutip pepatah it takes a village to raise a child, maka saya mengajak para mommies and daddies untuk bersama-sama memfasilitasi anak-anak kita, keponakan kita maupun anak tetangga atau kenalan kita untuk kelak menjadi pengemudi yang bertanggung jawab pada saatnya. Mari bersama mencari solusinya sehingga jalan raya kelak menjadi tempat yang aman bagi keluarga.

Posted from WordPress for Android

 

Advertisements

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s