Tentang Buka Cabang Anyar dan Buka Handphone Suami

Pertama-tama saya mau mengucapkan: amit-amit cabang bayi…

Lalu kedua melakukan gerakan mengetok kayu sebanyak tiga kali.

Gak ada kan istri yang akan setabah-tabahnya jika tiba-tiba tanpa aral melintang mendapat kabar disamber geledek kalau suaminya sudah buka cabang di tempat lain, alias punya istri atau cem-ceman lainnya. Mari mengucap bersama-sama: Astagfirullah… *edisi sholehah*.

Eniwei, istilah ini gue sudah kenal sejak zaman jadi auditor pemeriksa infrastruktur negara di pelosok jauh dari signal telekomunikasi. Namanya juga memeriksa infrastruktur jalan dan jembatan, makanya isi timnya kebanyakan bapak-bapak, saya ini hanya gadis sendirian *kedip-kedip mata*.

Si Mas (iiiiish gue gak pernah manggil si Mr. Y dengan sebutan Mas), ceritanya masih berada di penempatan di Banjarbaru dekat Banjarmasin. Alih-alih menenangkan, mereka malah menakut-nakuti, hati-hati nanti Mas-nya BCA lho… alias Buka Cabang Anyar… (maaf ya bagi yang kerja di BCA, itu cuma istilah lapangan kok). Hati ini terasa tidak tentram. Tambah-tambah mereka membumbui cerita kalau bapak-bapak memang kalau jauh dari istri ya begitu dech. Huhuhuhuhu… jadi ingin kekepin Mr. Y biar gak jauh dari rumah.

Long short story, itu sie kisah sebelum menikah. Apa kabar ke sini? Pacaran 3,5 tahun LDR antara Jawa dan Kalimantan, habis menikah baru serumah ketika 1 tahun pernikahan. Terus ditinggal 10 bulan ke Jepang. Sekarang? yaaaaa gimana yaaaa, jadwalnya setiap selang sebulan pasti pergi ke luar kota buat minimal 2 minggu sampai 45 hari. Bye bye tiket pesawat murah yang dikalahkan surat dinas dadakan… CCTV gak bisa ya dipasang di kepala Pak Suami?

Lalu? Apa yang mau dikata, mau marah sama nasib pun, lah suruh kawin siapa juga hahahaha… Mau cemburu ya gimana, capek bo… masa sedikit-sedikit cemburu. Pernah berada di fase yang sama, tapi seperti bergelut dengan musuh imajiner. Capek kaaaan.

Masalah Buka Cabang ini memang jadi momok bagi kita-kita yang sering ditinggal jauh dari Pak Suami. Dekat saja bisa selingkuh bagaimana kalau jauh, seperti begitulah analoginya. Tapi memang selalu begitu ya? Apa memang gak ada dalam pernikahan namanya kepercayaan ya? Atau memang kalau ketemu pasangan yang hidup hatrus terpisah dari pasangannya selalu diledekin dengan awas buka cabang anyar lho suaminya. Jadi memang banyak ya kasus seperti itu kali ya.

Kalau menurut pendapat gue pribadi, harusnya gak boleh pukul rata menilai setiap pasangan yang LDR pasti akan selingkuh. ya selingkuh sie gak perlu jarak, sudah serumah gak pernah dibuatin teh manis sore hari saja bisa jadi bibit selingkuh, ya gak? Kalau memang niat menikah ya niatin untuk menikah secara baik-baik. Kalau memang niat menikahnya habis itu untuk selingkuh ya memang maunya dari awal memang selingkuh. Alasan sie bisa dicari, gitu kan?

Still, pada akhirnya biarpun LDR, terdapat kota-kota yang menurut gue jika suatu saat Mr. Y mendapatkan penempatan di kota XXX gue akan rela mendampingi dirinya pindah ke sana, selain mungkin budayanya, wanitanya yang cantik-cantik atau susahnya telekomunikasi di sana. Daripada daripada, mending gue ikut daripada cuma termenung di sini ya gak?

Yang malesin itu adalah ketika ketahuan pas lagi menjabat ketahuan KPK karena korupsi eh tersebar di media massa jumlah istri si X sesungguhnya. Ingin rasanya puk-puk-puk ibu-ibu para pejabat yang korup itu, sudah capek-capek ikut dharma wanita sana sini, pasang sanggul sana-sini, ikut dinas ke sana kemari, pasang image bahagia, eh masih diselingkuhi.

Malunya itu lho.

Makanya kalau Mr. Y dinas, gue cuma bilang satu: “jangan bikin malu gue sama anak-anak ya….” *sambil asah golok kalau Mr. Y lupa bawa oleh-oleh hahahaha…* *edisi istri shalihah*

Akhirnya ya LDR itu gak bisa jadi dasar alasan pasti akan diselingkuhi. Pastinya ada hal-hal lain dong, misalnya ya sudah capek-capek pulang dari lapangan, dapat istri pakai daster lagi manyun marah-marah… Gak dari lapangan saja sudah manyun apalagi gak ketemu setiap hari ya gak. Ternyata kasus selingkuh itu bisa terjadi di setiap bentuk pernikahan.

Lalu?

Ya jalanin saja hidup, capek sebenarnya harus cemburu, so that is why dear my hubby, gue males cemburu.

Dan jujur meski beberapa menganjurkan, sejujurnya gue males harus membuka e-mail account Pak Suami meski dese memberikan password-nya lho, apalagi harus buka dan memantau BBM-nya. Karena gue gak mau hal yang sama terjadi pada gue. Bagi gue tetap gue punya privasi yang ada batasannya. Bukan karena ada hal-hal yang ingin gue tutup-tutupin, tapi gue ingin punya wilayah dimana gue sebagai gue. Lagi pula gue capek kalau harus kepo buka handphone Mr. Y melulu (dan gue gak punya keteguhan hati seperti kenalan gue yang rajin ganti Profile Picture atau status handphone pasangannya :). IMHO, pernikahan dan status BBM bukan sesuatu untuk dibuat-buat supaya menjaga image :P. Takut bo jadi kebalikannya yang terjadi).

Lagipula, bisa celaka kalau Mr. Y sampai buka-buka email gue atau kebalikannya, yang ada dia bisa jadi dapat temuan audit di kantor gue, secara dia auditor kantor gue, atau gue bisa “jualan” hasil temuan pekerjaan dia ke media hahahahaha….

Tapi jangan lupa pepatah ini wahai ibu-ibu:

Trust

*tetap pasang radar dimana-mana*

NB.

Tapi kenapa ya ya kalau pejabat korupsi pasti diiringi berita jumlah cabang yang dia buka di tempat lain? apakah ini indikator bahwa korupsi berawal dari kebutuhan finansial yang banyak dari pasangan yang berlebihan? Atau bahwa jika laki-laki berbohong pasti pun di tempat kerja dia berbohong alias korupsi? Hayo ada yang bisa menerangkan korelasinya gak?

Advertisements

3 thoughts on “Tentang Buka Cabang Anyar dan Buka Handphone Suami

  1. emaknyashira says:

    haduh baca yang beginian bikin gw merinding disko, gw sampe bilang ke suami “gak usahlah ngejar karier, seadanya aja. Lah jadi pejabat aja penghasilannya beda tipis doang kok (maklum bininya ngurusin gaji dikantor jadi paham) mendingan anteng-anteng tapi tiap hari ketemu anak istri lah”

    Itulah ini antara tuntutan istri yang berlebihan atau tuntutan pergaulan juga mbak, kan kadang istri udah solehah all out ngelayanin suami ehh dese tetep BCA karena katanya temen-temennya pun begitu.

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s