Jakarta yang Menyenangkan

Semua yang mau menanyakan gue dan keluarga gue akan mudik kemana, selalu akan gue jawab: ke Jakarta!

Tapi gue bukan warga aseli Jakarta apalagi berdarah Betawi. Gue adalah generasi ketiga mungkin ya dari sisi keluarga ibu gue yang lahir atau besar atau hidup di Jakarta. Once upon a time, Eyang Kakung gue ditugaskan (sebagai tentara) untuk berdinas di Jakarta. Ya yeeeuk, sekeluarga akhirnya menapak di Jakarta, dan memulai hidupnya di ibukota (kadang-kadang kalau lagi gak macet) tercinta. Tambah lagi beliau ditugaskan Negara memipin suatu perusahaan Negara, ya sudah, say goodbye to Magelang lah, keluarga Eyang ini tidak pernah kembali bermukim kembali di Magelang, daerah asal mereka.

Ternyata pun, Eyang Kakung pun tidak sendirian, bahkan sepupu, kakak maupun adiknya beserta keponakan beliau juga berkelana sampai ke Jakarta, baik untuk bekerja maupun bermula dari sekolah di ibukota. Akhirnya kami sampai membuat klan keluarga besar Dj*j*soebr*t* di Jakarta, yang bermula dari segelintiran hingga dengan anak-cucu-cicit jika kami ber-Lebaran bisa 100orang yang berkumpul di rumah Eyang di Patal Senayan. semua terpusat di rumah Eyang gue.

Bagaimana keluarga Bapak gue? Karena waktu menikah Bapak sudah yatim dan piatu, dan kakak perempuan tertua beliau pun sudah tinggal di daerah Rawamangun, ya jadi beginilah keluarga gue, mudiknya hanya sehari itupun dari Bogor ke Jakarta saja.

terus Mr.Y bagaimana? Karenapun Neneknya sudah diboyong dari Bali (asal muasal keluarga ibu mertua gue bermukim) ke Jakarta, ya sami mawon, apalagi keluarga Bapak Mertua pun tinggal di Jakarta, ya jadi mudiknya di Jakarta.

Gak keren ya? Gak punya tempat untuk pulang… Jakarta lagi, Jakarta lagi hahahahaha…

Tapi sebenarnya gue malah menikmati Jakarta di saat seperti ini, gak macet, gak penuh, Jakarta seperti zaman gue kecil, sepi. Kalau pernah nonton film Rano Karno yang jadi sopir taksi, atau Warkop DKI zaman 70an, ada kan adegan jalan-jalan di Jakarta yang tidak seperti saat ini (macet dimana-mana)… yes, beneran ada lho Jakarta yang lenggang seperti itu, hanya di saat Lebaran. apalagi liburannya panjang seperti besok ini, alhamdulillah jika warga pendatang bisa mudik hihihihihi…

Memang berasa sekali Jakarta itu isinya warga pendatang ya… Sampai-sampai bisa sebegitu sepinya di hari Lebaran. Tapi kalau di pinggiran Jakarta seperti Ciputat bisa juga macet sie, tapi itu di pinggiran. Bukan di pusat Kota. Terakhir Jakarta bisa seperti Kota Mati itu adalah saat kerusuhan 1998 sie, benar-benar seperti Kota Mati.

Apakah Jakarta menyenangkan ketika sepi? Bisa kok… Ternyata gak mati juga jika gak ada hingar bingar a la ibukota, tapi yang susah itu adalah transportasi umumnya. Di zaman dahulu ketika gue sama Bapak dan ibu harus numpak bis dari Bogor ke Jakarta, repotnya mencari taksi untuk menyambung dari Terminal Cililitan ke Patal Senayan. Alhamdulillah sekarang sudah punya transportasi pribadi, kalau zaman dahulu naik bis pun gue cukup gembira, selalu riang ketika ketemu patung Pancoran.

Saking cintanya sebenarnya gue dengan Jakarta, meski KTP pun tetap Bogor, semua anak-anak gue harus dilahirkan di Jakarta. Sinting kali ya gue, karena terakhir Baby K sudah membuat ketuban gue pecah jam 2 pagi di Bogor, tetap gue ngotot naik taksi ke Jakarta demi… demi apa coba? Lahir di Jakarta oleh dokter ganteng pula hahahaha. Untung Jagorawi ramah sekali di waktu malam gulita, 1 jam 20 menit kemudian si bayi lahir di daerah Menteng (penting untuk di mention, daerah elite hahahaha).

Ditambah dengan kenyataan Mr. Y itu lahirnya di klinik Bunda, yang sekarang jadi rumah sakit bersalin ternama itu, dibantu oleh bapak si dokter terkenal yang cakep itu, terus gue lahir di Patal Senayan, klinik pabrik di situ (karena eyangnya Pak Bos di pabrik itu lebih percaya sama dokter di situ hihihihi) yang sekarang sudah rata jadi apartemen. Dua-duanya punya Akta Kelahiran Jakarta Selatan. Dengan demikian lah gue bertekad melahirkan di Jakarta supaya aktanya juga Jakarta jadi kalau NKRI pecah anak gue tetap warga Jekarca hihihi dan dekat kantor gue sehingga dipilih di Jakarta Pusat. YPK jadi tempat lahir si Lil’Miss K dan Bunda menjadi pilihan untuk Baby K.

Demikianlah, kenapa pada dasarnya Keluarga Koala peduli dengan Jakarta, ngotot supaya bisa memilih Gubernur DKI yang ternyata nama kami tidak masuk daftar pemilih, entah ini sabotase atau akal-akalan karena kami punya KTP dan Kartu Keluarga sah Jakarta, peduli dengan macetnya Jakarta, berharap Gubernur sekarang bisa jadi pembuka jalan bagi calon pemimpin Jakarta di kemudian yang peduli Jakarta bukan sekedar peduli preman Jakarta. Semoga Jakarta memang bisa meningkatkan taraf hidup sampai ke pelosok Indonesia ya…

Dan sebagai warga Jakarta, yang lahir di Jakarta, besar di Bogor dan Mampang Prapatan, mencari nafkah di Jakarta, dan sekarang belum mampun beli tanah di Jakarta (hihihihi) kami mengucapkan

Minal Aidin Wal Faidzin, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Semoga teman-teman yang masih berjuang untuk berlebaran di kota tercinta, perjalanannya berjalan dengan lancar, sampai ke tujuan sain et sauf (sehat dan utuh)…

Bagi yang akan tetap di kotanya, selamat menikmati Jakarta bersama…

Cepat kembali ke Jakarta ya… Ke Jakarta ku kan kembaliiiiiiii *ala Koes Plus Bersaudara*

akhir kata: SELAMAT LIBUR PANJANG!!!!!!

Advertisements

3 thoughts on “Jakarta yang Menyenangkan

  1. Indah kurniawaty says:

    Setelah macet yang sungguh krezi gilak semalam akibat membludaknya yang mudik, pagi ini dalam perjalanan ke kantor , Jakarta mulai lengang. Semoga sampe seminggu ke depan, jalanan Jakarta ramah dan gak ada traffic ya.
    Selamat lebaran juga, Tyasye.
    Mohon maaf lahir batin ya.

    • Mrs. Tyasye says:

      Selamat idul fitri Mbak indah buat keluarga juga. Mohon maaf lahir bathin.kemarin parah banget ya macetnya, dari thamrin mau ke acne gak bergerak, langsung utarakan ke bsd yg ternyata jauh lebih lancar dprd pusat kota

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s