Bayi 26 Bulan dan Balita 5 Tahun 3 Bulan

Dalam rangka membuat kepala ini lebih tenang, gara-gara masalah-sekolah-yang-sudah-dapat-uncoditional-offer-dengan-extended-program-tapi-belum-di-acc-kantor-trus-harus-test-toefl-biar-gak-dibilang-masih-conditional-offer, tarik nafas-buang nafas, gue mau membahas topik yang lainnya…

Seumur-umur blog ini gue tidak pernah membahas topik milestones anak-anak, hanya karena: 1) yakin selalu ingat masing-masing milestones mereka; 2) buku “baby book” saja tidak pernah gue isi hahahaha; dan 3) ya ya ya, gue menganggap anak-anak sie perkembangannya alhamdulillah so far sesuai dengan jadwal dan tidak ada yang istimewa-yang-membuat-mereka-akan-disebut-anak-genius selain mereka adalah anak yang istimewa bagi kedua orang tuanya :). Kebetulan di keluarga kami berdua, tipe kedua orang tua kami tidak terlalu suka “membanggakan” anak-anak mereka sendiri, setahu gue sie di depan kami mereka tidak pernah demikian meski bapak-ibu sebelah sudah memberondong dengan kalimat: si Kuncung sudah bisa dsb. dsb. dsb. Tapi gue sie curiga, jangan-jangan bukan karena orang tua kami low profile tapi cenderung kami berdua tidak mempunyai prestasi yang menakjubkan hahahaha…

Tapi karena menyadari bahwa ternyata setelah hamil dan melahirkan sebanyak dua kali telah menyebabkan kadang-kadang IQ gue menurun :P, benar atau tidak teori dimaksud, sepertinya gue mesti menulis perkembangan anak-anak di sini. Gak penting banget ya, tapi sebagai memories keeper, in case ternyata ya ternyata, gak tahu kan masa depan kita seperti apa…

Okay, mari dimulai…

Tentang Lil’Miss K:

  1. Lil’Miss K sampai sekarang belum bisa membaca, baru bisa Alfabet. Ya-ya-ya… Gue tahu dia sudah mau naik kelas TK B, tapi bagaimana ya, lah bapak-ibunya juga tidak menganggap bisa membaca di usia dini *maksudnya sebelum SD* itu penting, jadi ya tidak gue paksakan. Tentu sie gue rada was-was dengan segala tes penerimaan SD, ya mungkin nanti kalau sudah kepepet baru gue paksakan. Jangan marahin anaknya ya, kasihan, ini orang tuanya saja punya keyakinan yang berbeda *smile*. Tapi kami percaya dia akan bisa sesuai waktunya *cross my fingers*.
  2. Lil’Miss K masih doyan nonton TV, meski kegiatan luar rumah seperti main sepeda atau main boneka masih seabreg-abreg. Sepertinya mulai tahun pelajaran baru akan gue paksa pakai parental control dipasang di TV kami. Tinggal cari buku petunjukknya *hadeh kemana ya*. Salahkan gue lagi dech, soalnya gue sekeluarga memang hobi nonton film dan TV *malu*. Ya sudah, kalau ini memang perlu effort lebih.
  3. Kalau masalah analysis, sebenarnya Lil’Miss K alhamdulillah sudah sejak umur sekitar 2 tahun mengerti cause and effect, sebab dan akibat. Misalnya kalau kejadian X akan menyebabkan Z, dan sebagainya. Kebetulan dia sudah bisa merangkai kalimat lebih dini daripada adiknya, jadi pada umur 2-3 tahun gue berasa bicara bukan dengan anak bayi. Lumayan membantu sie ketika harus menjelaskan sesuatu yang rumit seperti kematian.
  4. Keuntungannya waktu umur 2-3 tahun Lil; Miss K mengerti kalau orang meninggal karena sakit, seperti mainan jika baterainya habis harus diganti artinya rusak, tapi ada kalanya baterai itu tidak bisa membantu lagi maka mainan itu tidak bisa dimainkan lagi. Dan ketika kemarin umur 5 tahun, Akung (eyang Kakung)-nya meninggal, selain konsep itu sudah dimengerti tinggal ditambahkan bahwa semua orang akan meninggal.
  5. Apalagi ya yang bisa gue ceritain tentang Miss K, eeeeem mungkin dia pernah punya “pacar”, hihihihi kecil-kecil sudah dibilang pacar sama anak tetangga sebelah :).
  6. Sampai saat ini kata Bu Guru sie Miss K selalu aktif di sekolah. Memang sejak kecil dia banci tampil banget, lihat mic nganggur langsung pengen nyanyi. Ya masih mending di acara keluarga, ini di kawinan om-nya pun dia akan merengek pegang mic. Soalnya nyanyi mah biasa-biasa saja kok. Gue sie deg-degan kalau sudah banci jawab tapi salah jawab as usually she do at home (asal-asalan). Tapi ternyata tidak, kata Bu Guru dia mencerna semuanya cepat sekali sehingga kadang Bu guru pusing harus merangkai jawaban yang cukup rasional untuk Miss K. Yuk, dimari Miss K, kamu jadi banker saja kayak Ibu yaaaa… *jangan jadi auditor kayak Ayah, dikenal galak hihihihihi…*
  7. Karena kemampuan mencerna pelajaran sangat baik, kemarin akhir tahun ajaran sekolah, Miss K ditunjuk sama Ibu Guru membawakan puisi tentang Mama. Jangan tanya gue gimana ngajarinnya, gue gak tau hahahaha. Alhamdulillah, semua bait puisi dan baitnya temennya (mereka membaca puisi sahut-sahutan) hafal. Gue tahu susahnya baca puisi karena gue pun dahulu pernah disuruh menghafal puisi fabel Pujangga Perancis zaman dahulu macam Moliere sampai nangis darah.
  8. Miss K itu otoriter. Ya kalau dilihat bintangnya memang dia terlahir sebagai pemimpin sie, pas banget sebagai anak pertama dan cucu pertama. Tinggal kita asah sedikit, inshaAllah kemampuan leadershipnya bergunan pas dia kerja nanti.

Baby Koala:

  1. Sudah gak pakai pempes alias popok sekali pakai maupun cloth diaper di siang hari, saat bermain maupun bobo siang. dan gue perhatikan malam hari pun pempesnya masih kering.
  2. Berkat MPASI yang agak menggila, dia suka semua sayuran. Yes, rabid mom bangga Nak.
  3. Berat badan sie stagnan, alias ya mbul gitu dech. Beda sama kakaknya yang kayak kutilang alias kurus tinggi langsing. Btw punya anak tinggi itu ya suka bikin orang berkomentar sie, seperti tinggi gue bikin orang “menuduh” anaknya sudah kuliah ya bu… oh tentu belum, dia masih SMP hihihihihi. Sekarang Miss K dibilang anak SD. kalau adiknya? wah gue gak tau nie bisa sedikit berbeda sama kakaknya baik segi fisik maupun kulitnya lebih cerah dibandingkan gue bertiga yang kelam ini kulitnya. Tuhan itu memang maha adil ya :).
  4. Sudah bisa berhitung sejak lama! Ma kasih ya Teteh Icoh, rajin mengajarin si bocah untuk berhitung ketika turun dari tangga. dan terima kasih Barney sudah mengajarkan one-two-three. Ketahuan banget ibunya kebanyakan kerja di kantor zzzzzz.
  5. Suka Barney dan sejak bayi she like humming a song. yes, anak bayi ini suka bersenandung. sekarang sie suka menyanyi meskipun masih bahasa bayi.
  6. Waktu mulai berbicaranya lebih lama daripada kakaknya. Setiap anak memang berbeda, tapi bikin deg-degan juga. Akhirnya ketika melipir di Asemka, gue beliin mainan TomCat, itu lho kucing yang bisa menirukan suara dan ucapan kita. Dalam 2 hari, si bayik akhirnya mau juga mengeluarkan suaranya dan berbicara. Moga-moga bisa cepat mengejar kakaknya ya dek.
  7. Anak yang keras kepala. Gak bisa dideskripsikan, tapi memang jadi nightmare gue dan Mr. Y memasuki tahap Terrible Two ini. Doakan kami.
  8. Sayang sama kakaknya, beli apapun harus ada buat Mbak Iya (Mbak Zia). Senangnya punya nak-anak yang saling menyayangi :).

untuk sementara sekelumit itu saja. We love you a bunch my babies, maman vous aime beaucoup!

The Two Little Koalas

The Two Little Koalas

 

Advertisements

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s