Soal Menonton

Dahulu kala film serial di TV kesukaan ibu gue ada dua: Santa Barbara dan Return To Eden. Tapi bukan gue pun suka menontonnya, Bapak dan Ibu tergolong strict urusan tontonan. Bisa saja saya menonton 7 jam in a row tanpa jeda tapi tetap harus acara anak-anak. *Makanya gue gak terlalu suka dengan teori anak yang suka nonton TV adalah anak yang berkembang, iya sie saya gak suka olahraga tapi memang saya sukanya kegiatan indoor seperti membaca buku*.

Balik ke cerita awal, kalaupun ada kartun Jepang yang menyajikan adegan ciuman, maklum dahulu itu tinggal di Perancis, kissing in the lips di jalanan raya sudah umum hihihihi, tetap mata saya akan ditutup. Kolot atau kuno, whatever dech, tapi efektif.

Efektif dalam pengertian gue tergolong gak pernah nonton video porno, I sueeeer dech, cuma sekali pun itu sama teman-teman, adegan selanjutnya gue kebayang dimarahin Bapak Ibu hihihihihihi. Despite nanti akan ada yang memberikan masukan bahwa akan menimbulkan kebiasaan diam-diam menonton film porno, tapi ya tergantung bagaimana mereka mengarahkan kok dan keterbukaan orang tua kepada anak pas di waktunya. Mari diulangi: pas di waktunya.

Laiyalah gak mungkin kan gue jelasin tentang organ reproduksi secara lengkap ke Miss Koala yang baru 5 tahun segamblang-gamblangnya, baru 5 tahun. Meski sie gue sudah menjelaskan konsep mempunyai anak dan pernikahan, anak lahir dari perut keluar dari mana, bukan dari burung bangau ya.

Balik ke cerita awal, banyak ngelanturnya, sayangnya, sungguh disayangkan mungkin beberapa orang tua melupakan konsep pas di waktunya. Okeh, kenapa gue ingin bercerita tentang ini. Kejiadiannya cuma gara-gara Miss Koala merengek minta nonton Iron Man 3. Gue sie sama Ayahnya sudah menonton, adegannya memang action. Rating di website Blitz dan Cinema21 pun R alias untuk Remaja.

Gue bertanyalah, kok Miss Koala sudah tahu tentang Iron Man 3? Dari teman-temannya di sekolah kata dirinya. Oooh teman-teman di sekolah Zia sudah menonton semua? Sudah Bu…

ZZZZZzzzzzzzzzzzzz

Kalau begini cara ingin rasanya menggiring orang tua di kelas Zia untuk lebih melek baca mommiesdaily atau theurbanmama or any parenting blogsites. Jadi ingat tulisan @irrasistible bahwa ada orang tua mengajak anak balitanya menonton The Raid…

Hadeuh kalau seperti ini , apakah mereka kurang info atau tidak mau tahu ya?

sama seperti masalah jajan, mau di kasih bekal sesehat apapun, tetap saja Zia akan dapat permen karet dari teman-temannya.

Jadi musuh utama ibu-ibu yang menerapkan beberapa aturan kepada anaknya siapa? ibu-ibu lainnya.

Kalau ibu lain tidak peduli, tidak care ya jadinya begini… ini baru soal remeh ya.

Maaf ya ibu-ibu yang lainnya, tolong dicermatin kalau makan permen karet itu berisiko tertelan.

Kalau anak-anak sedari dini di-ekpos kepada kekerasan sejak dini, masa depannya akan kemungkinan menjadikan kekerasan itu hal biasa.

Semua itu ada waktunya, mencuri waktu itu hanya membuat anda lebih keren sesaat saja kok.

demikian, hanya ini pendapat saya.

Advertisements

4 thoughts on “Soal Menonton

  1. Bibi Titi Teliti says:

    Betuuuuuul…
    aku berjuang mati-matian supaya Kayla gak nonton sinetron…
    Sampe rela langganan disney segala…
    tapi susaaaah banget karena anak2 tetangga pada diijinin nonton sinetron…duh…

    Apalagi waktu dulu sinetron abg ‘arti sahabat’ lagi nge hits banget…
    Temen2 Kayla sibuk nge gosipin sinetron itu, sedangkan Kayla bengong2 sendiri karena gak ngerti…

    • Mrs. Tyasye says:

      Bener Mbak, sekarang aku lagi pusing, si Zia diajarin lagu entah apa tapi liriknya gak suka banget: dulu aku ditendang, sekarang aku disayang, aku mau jadi orang kaya… katanya diajarin di sekolah dan teman-temannya, sebel banget… Semoga ada ibu-ibu ya sehati sama kita.

  2. Indah kurniawaty says:

    Mbak itulah salah satu alasan kenapa Ibu Elly menyarankan supaya informasi soal bahaya pornografi, narkoba dkk disosialisasikan ke orang tua temen anak-anak kita.
    Karena dalam keseharian anak kita kan maen sama anak-anak mereka.
    Udah bagus-bagus kita jaga anak kita, eeeh taunya dapet pengaruh buruk dari temen-temen mereka.
    *walopun aku juga belum pernah sotoy sosialisasiin sih. Semoga aja orang tua temen-temen Athia baca blog aku kayak gurunya Athia. Maksudnya biar aku gak usah canggung jelasin panjang lebar Hihihi*

    • Mrs. Tyasye says:

      hihihihi… sama sie Mbak Indah, gw juga malu-malu ke arah takut kalau gw ujug2x sosialisasi bahan-bahan Bu Elly, apalagi mgkn beda ya sekolah anak gw adalah isinya banyak ibu2x senior atau punya anak di SD. takut dibilang sotoy juga, tapi kmrn lihat kanan kiri, ketemu juga sepertinya ibu yang sehati… Agak iri dengan sekolah TK lain, kok bisa mengadakan model-model seminar SupermomID tapi sekolah anak gw belum secanggih itu. moga2x naik kelas TK B bisa ketemu ibu-ibu sehati.

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s