Before I Depart: Sebuah Surat elektronik Perpisahan

Kemarin sore secara serentak kami seluruh pegawai di instansi ini mendapatkan sebuah surat elektronik dari The Big Boss.

Dear friends, colleagues, and comrades of arms, itu kalimat pembuka dari Beliau. Ditujukan kepada kami semua sebagai gerombolan siberat eeeeh comrades of arms hehehehe (ndak mungkin kan gue menyatakan diri sebagai sahabat beliau hihihihi). Bapak ini, atau sebut saja sebagai The Big Boss adalah salah satu pimpinan kantor ini yang paling membekas di hati gue khususnya. Beberapa perubahan yang beliau lakukan, lebih banyak kepada sisi internal institusi, yaitu ke sisi sumber daya manusia. Untuk gue pribadi, gue baru mengalami pertama kali kenaikan take home pay yang didasarkan pada merit based income... ya mari kita mengucapkan syukur Alhamdulillah atas kenaikan sebesar nol koma x-x-x kali ini.

Bapak ini terkenal sebagai orang yang lurus-lurus saja, seperti pada doa setiap pegawai negeri di pelosok Indonesia ini, adalah berhenti bekerja tanpa ada kasus atau masalah. Mungkin keberuntungan sedang berpihak kepada beliau atau lebih kepada sikap beliau yang tegas dan lurus, sepanjang pengamatan gue persinggahan beliau di kantor ini berjalan lancar meski tak selalu mulus.

Salah satu pesan beliau adalah bekerja itu harus dengan passion. (Kata Mr. Y sie, mungkin Bapaknya pernah ikutan seminar Rene C Suhardono, hayah hahahahaha…) Ini dikutip dari beliau:

β€œTanpa idealisme dan passion, anda tidak akan beranjak kemana-mana. Keluarkan passion anda untuk membentuk visi ke depan. Anda harus punya passion!”

It’s all about passion.

Terima kasih Bapak, telah memimpin kami selama beberapa tahun terakhir, like you had written in your e-mail we have sailed through stormy troubled waters, we have overcome the worst hurricane and tornado, we are thankful to God The Almighty that we remain unscathed and safe.

*Semoga saya pun bisa pensiun dari institusi ini unscathed and safe juga. Amien.*

Senang pernah menjadi anak buah Bapak, meski pasti Bapak tidak tahu saya ini siapa *nasib kroco*.

Sekarang saatnya menyambut The Big Boss baru, menyambut kepemimpinan baru dan menyambut era yang baru juga. Semoga kita bisa menjalaninya tanpa hambatan juga. Amien.

Selamat berpisah Bapak Darmin Nasution, dan selamat datang Bapak Agus Martowardojo.

 

NB: 20 menit yang lalu, pimpinan yang baru sudah dilantik.

Disclaimer: postingan ini tidak berbayar apalagi berharap dapat kenaikan gaji hihihihi.

Advertisements

2 thoughts on “Before I Depart: Sebuah Surat elektronik Perpisahan

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s