Gusti Allah Mboten Sare: Part 1

Kurang lebih 5 tahun gue menunggu hari ini tiba.

Dahulu ketika berada di puncak, gue lupa sama yang di bawah.

Dahulu setiap pekerjaan dipercayakan selesai di tangan gue.

Gue, yang hanya pegawai rendahan, tak bergelar tinggi, hanya bermodal selembar ijasah S1, dan berusaha untuk memenuhi semua keingin setiap orang.

Dahulu, gue yang selalu antusias menerima pekerjaan, gue anggap sebagai menantang kemampuan sendiri.

I challenged myself to go further.

Dahulu bangga menyebutkan diri sebagai workaholic.

Dahulu selalu tersenyum disebut ahlinya di pekerjaan.

Dan dahulu selalu menangis ketika sekeliling tetap mendapatkan nilai terbaik, sedangkan gue hanya mendapatkan nilai rat-rata.

Bukan karena perkerjaan gue hanya rata-rata, tapi ya saat ini giliran si anu besok si itu.

Masih berharap besok giliran gue, tapi esok itu kok belum datang.

Dan tetap perayaan tahun baru pun berlalu satu demi satu.

Dan berpindah secara paksa keluar dari comfort zone, mutasi.

Menghadapi lingkungan baru yang tidak terlalu nyaman buat gue.

Bekerja bagaikan robot, bekerja tanpa perasaan.

Ya, gue hanya robot, budak pekerjaan ini.

Semua dapat promosi, gue tetap di sini.

Kata Nisa, God answers our pray, not human.

Dan berhentilah gue berharap dari orang lain.

Maka berharaplah gue kepada Yang Di Atas dan diri gue sendiri.

Rezeki itu yang punya Gusti Allah.

Memang rezeki itu yang punya hanya Gusti Allah.

Manusia hanya bisa memfasilitasi atau menghalangi milik orang lain.

Tapi Gusti Allah Maha Mengetahui.

Maka Dia tahu inilah saat yang tepat.

Saat yang gue nantikan selama ini.

Jawaban yang gue tunggu.

Alhamdulillah. πŸ™‚

 

NB: Buat Zia and Syifa, suatu saat jika kalian berdua akan menghadapi hal yang sama dalam kehidupan pekerjaan, ingat selau kata Ayah, berharap selalu kepada Gusti Allah, bukan kepada bos kalian :).

Advertisements

14 thoughts on “Gusti Allah Mboten Sare: Part 1

  1. andinanina says:

    Hai, Tyas.. Salam kenal..
    Congrats buat achievement yg akhirnya didapet setelah ditunggu2.
    Love reading your posts because somehow they relate to something I’m familiar with, esp. your work. πŸ™‚

    • Mrs. Tyasye says:

      Terima kasih mbak Nina (benar ndak namanya, maaf kalau salah ya), salam kenal juga. Maafkan, saya baru penulis pemula nie, banyakan sampah tempat kerja kalau ibuk bos lagi gak di tempat hihihihi. Mohon masukannya ya…

      • nina says:

        Hihihi.. gapapa lagiiii.. seneng kok bacanya. Cita2 dari kecil pengen kerja di tempat kerjamu tapi ngga berjodoh jadi menikmati tulisan2mu aja.. πŸ™‚

      • andina says:

        Keep writing yaaah.. Cita2 dari kecil pengen kerja di tempat kerjamu tapi ngga berjodoh jadi menikmati tulisan2mu aja.. Memang seru yaaa.. πŸ™‚

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s