Terobsesi Sehat

Note: mungkin ada salah satu blog favorit (saya) pun sudah menulis ttg sehat, kalau yg ini pengen cerita ttg kesehatan dan olahraga dari presepsi saya sendiri ya.

Kenapa gue jadi terobsesi dengan olahraga?

Dimulailah dengan kisah gue duduk di Lantai 2 dekat ruang operasi RS Jantung Harapan Kita, di akhir bulan Januari 2013. Duduk bersama-sama, gue dan Mr. Y saling berpegangan tangan, saling menguatkan dan berdoa dalam hati. Kami sedang menunggu Bapak Mertua gue yang sedang menjalani proses operasi by pass.

Bapak Mertua adalah orang yang paling sehat menurut gue setelah Bapak gue sendiri. Pemain golf yang rajin, jago berenang (anak-anaknya bisa semua gaya renang hanya karena didikan beliau), rajin makan sayur dan menghindari lemak. di bulan November-Desember 2012, beliau merasakan sesak nafas. Long short story, dari hasil pemeriksaan sudah ada penumpukan di saluran yang mengalirkan darah ke jantung beliau.ย Beliau memilih langkah operasi.

Malam itu, gue hanya bisa mengamati ruang tunggu operasi. Banyak keluarga pasien dari seluruh penjuru Indonesia datang ke sini. BANYAK.

Banyak bisa dicerminkan dengan penuh sesaknya ruangan yang mungkin hanya berukuran 5mx5m. Mereka sudah siap dengan gelaran tikar untuk menunggu selesainya operasi kerabat mereka yang bisa menghabiskan waktu minimal 3 jam (kalau operasinya mudah atau berjalan lancar). Salut buat semua dokter bedah, stamina kalian untuk berdiri dan berkonsentrasi selama 5 jam.

Selama gue mengamati, gue melihat keluarga tersebut. ada yang makan gorengan, ada yang secara fisik tidak mencerminkan hidup yang sehat (misalnya perut buncit seperti saya ini).

Sejujurnya, this view totally shocked me. Meski sudah ada gambaran depan mata kerabat sedang berjuang dalam ruang operasi karena sakit jantung, masih bisa mengunyah gorengan? Apa gue pun begitu? Warning itu sudah jelas Tyas, jelas depan mata gue sendiri dan gue belum sadar juga?

Sebelum kejadian ini, ada penyanyi dangdut legenda meninggal karena penyakit jantung. Di kantor ada yang sedang wawancara tiba-tiba kena serangan jantung. Sekarang Bapak Mertua gue yang menurut gue sehat wal afiat.

Waktu pemeriksaan, meski beliau menjalani hidup yang sehat tetap saja ternyata kakak dan adik beliau terkena penyakit yang sama. Satu survive, satu can’t make it. Kata dokter itu genetik.

Bapak gue sedari kecil selalu mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, makanlah sebelum lapar, berhentilah sebelum kenyang. Beliau selalu makan secukupnya gak berlebihan, hanya mengisi 1/2 isi perut saja. Terus demikian, karena dengan satu alasan:

Eyang Suyu (eyang gue) meninggal karena jantung di umur 50 tahun, Budhe Pakdhe di sekitaran umur yang sama. Kamu lahir di umur bapak 36 tahun, kalau bapak meninggal di umur yang sama, kamu baru masuk SMP. Maka Bapak gak mau itu terjadi.

*i love you Bapak, untuk pengorbanan Bapak menjaga kesehatan*.

Gue ingat anak-anak gue…

Gue ingat Ibu dan Bapak gue…

Gue ingat suami gue…

Apa gue mau meninggal di usia muda? Gue belum siap.

Anak-anak masih kecil. Baby K masih manja sama gue. Siapa yang akan mengajarkan make up ke Lil’Miss K?

Gue mau sehat, gue mau olahraga (lagi).

Gue punya tanggungan.

Gue masih punya cita-cita.

Makanya gue mau olahraga dan mau jaga makan gue, gak mau jadi kurus, gue cuma ingin aliran darah gue ke jantung lancar.

Itu saja, bukan karena trend, bukan karena gaya.

Bayangkan, untuk mendapatkan jadwal kateterisasi, Bapak Mertua gue hampir antri sebulan. Sebulan? Kelihatan kan berapa jumlah pasien penyakit jantung di Indonesia? Ruangan disana selalu full booked. Seluruh Indonesia tampak tumplek di RS Harkit. Apa karena keturunan, apa karena pola makan kita, cara kita hidup? langsung gue bergidik. Lebih bergidik mengingat biaya operasi itu dan obatnya menghabiskan ratusan juta rupiah.

Mari hadapi realita ini Tyas…

Doakan man teman, doakan saya masih sehat yaaaa.

 

Advertisements

2 thoughts on “Terobsesi Sehat

  1. yusi says:

    amin….semoga jeng tyas tetep istiqomah untuk terus bergaya hidup sehat… no junk food, mie instant & gorengan ya jeng…..:D

  2. De says:

    Iya gw juga terinspirasi dari blog mahmud (mamah muda) yang pada rajin olahraga.

    Walo gak bisa ikutan lari seperti mereka, cuma boleh power walking doang ama dokter … Yang penting bergerak dan berkeringat deh.

    Hidup sehat demi anak dan keluarga. That’s all

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s