Hari Lahir Kedua: Keep Moving Forward

Yuk mumpung masih ada waktu sepuluh menit sebelum nyanyian masuk kantor, gw masih bikin catatan sedikit.

Awal tahun selalu menyenangkan bagi gw, karena Februari adalah bulan gw! ihiiii… colek para fans-nya John Mayer, tanggal lahir gw percis-cis dengan tanggal lahir Jennifer Love Hewitt, apa hubungannya? ya karena mas John mempersembahkan lagu your Body is a Wonderland untuk mbak JLH maka mungkin wanita impian bapak itu ya seperti gw dech *minta ditimpuk*.

Sebenarnya, gw agak traumatis dengan namanya ulang tahun. Dulu sie tidak terlalu karena ulang tahun gw selalu dirayakan, pokoknya minimal traktir-traktir dech. Tapi ketika mulai menapaki dunia kerja, alias dunia nyata, baru dech berasa reality bites. Sejak itu gw merasakan bahwa dengan bertambahnya umur tidak selalu dihiasi dengan balon dan tiup lilin tapi ada sesuatu kejadian yang akan membuat kita semakin dewasa dan bijaksana…

Dari semua kejadian di tanggal gw ulang tahun, tanggal 21 Februari itu, ada saja kejadian yang membuat hati gw pilu. yang pertama di tanggal 21 Februari 2006, ketika sedang hebohnya wabah flu burung, dan orang tua gw yang dokter hewan itu akhirnya merelakan untuk melepaskan semua peliharaan burung-burung di rumah. Gw sepertinya belum pernah cerita ya, bahwa gw punya peliharaan burung perkutut, kenari, pondang, jalak, dan lain-lain yang selalu menemani gw santai di kamar (karena kamar gw dengan jendela besar langsung menghadap ke hewan-hewan peliharaan gw itu). Ketika sepulang kantor gw lagi rebahan, gw perhatikan bahwa tidak terdengar kicauan sama sekali. Langsung dech gw tanya dimanakan peliharaan itu. Ternyata sudah dilepas atau diberikan ke orang-orang pada hari itu juga. Waaaaks, why should it be happening on my birthday? Gak bisa ya orang tua gw milih tanggal lainnya? *masih ngambek*.

Kejadian kedua adalah 21 februari 2007. Yang ini agak membekas, karena menoreh luka yang agak dalam. Akibat utama adalah ketegangan pra pernikahan antara keluarga. Karena mis-komunikasi dan you-all-know-lah, the pride of a family, rencana pernikahan gw dengan Mr.Y tanggal 3 Maret 2007 (ya kurang dari 2 minggu lagi) dibatalkan saudara-saudari. Kebayang kan semalam suntuk tanggal 20 Februari 2007 gw nangis bawang bombay di kos-kosan sendirian. Bahkan teman gw sebelah kos sampai tidak tahu. Tapi pas setelah acara mendiskusi lebih dalam, dan melihat Mr.Y dan gw tetap akan menikah dengan atau tanpa restu keluarga (ya ini salah satu yang gw maksud against all odds, gak boleh ditiru ya, ini dosa lho nikah tanpa restu), pernikahan tetap berjalan. Untungnya sie gak jadi menimbun dosa, kami dapat restu kok untuk menikah :). Makanya jangan heran lihat di post sebelumnya muka orang tua kami pada jutek semua hahahaha.

Sejak itu gw agak trauma dengan namanya ulang tahun, mana juga Mr.Y not a typical bawa buket rumah nyanyi di jendela rumah karena seringnya kami berada beda pulau saat ulang tahun, jadi gak ada sesuatu yang telah membuat trauma ini cepat berlalu.

Untungnya, untuk melupakan si drama ulang tahun, tanggal 3 Maret adalah ulang tahun pernikahan kami. Jadi gw lebih cenderung merayakan si ulang tahun pernikahan ini karena bagi kami berdua ini adalah hari lahir kami berdua yang baru. Menutup lembaran lama yang drama itu, membuka lembaran baru berdua, menuju masa depan yang sama. Seperti film “Meet The Robinsons”, pas banget falsafahnya kami adopsi, keep moving forward. Yes, benar pas banget falsafah ini, karena memang banyak kejadian yang tidak menyenangkan ternyata banyak terjadi di pernikahan kami. Untungnya falsafah ini membantu buat keep moving the marriage, yes we are always keep moving forward.

Setiap ada masalah, setiap ada yang tidak mengena di hati, atau lupa menjejakkan kaki kami di tanah, selalu berusaha ingat ada langit di atas langit. Paling kalau sudah bete ke ubun-ubun, berusaha ingat: Tuhan ora sare (eh benar gak sie, bahasa jawanya Tuhan tidak tidur), insyaallah rezeki kami bukan di tangan orang lain, tapi dari yang di Atas. Anyway, tanggal 3 Maret itu yang membuat kami berdua lebih dewasa, lebih sabar dari sebelumnya. Kalau ketemu orang-orang yang membuat bete, paling cuma bisa ngomel sedikit lalu berusaha mencari ladang amal yang lain hahahahaha. Serius dech, daripada cuma berhenti di satu titik, gara-gara ada orang yang membuat hidup kita gak enak, ya yuuuuuk, kami berdua sebenarnya pengen teriak ke orang itu: get a grip of yourselves, get a life, we move on daaah. Tapi kan gak bisa begitu, terlalu absurb lah hahahahaha. Negdumel kecil lebih baiklah sama nulis di blog ini :P.

Alhamdulillah, setelah menikah rezekinya banyak, yaitu Miss Koala yang lahir 25 Maret dan Little Baby K yang lahir 20 April. Jadi our life began on the 3rd of March 2007. Banyak sekali nikmat yang telah Allah berikan kepada kami yang tidak bisa dihitung satu persatu.

Jadi, kalau tidak ada kejadian di atas, dimana kami berterima kasih diberi cobaan sebegitu dalam di awal kami menikah, dan made us stronger than ever, dan kalau tidak ada kejadian tersebut maka kami tidak akan:
1. Punya ulang tahun kedua yang baru :).
2. Lebih dewasa daripada dulu, meski sekarang pun masih sok-sok bijak level dasar.
3. Melihat sesuatu dari different prespective.
4. Bersyukur mempunyai orang tua kami, that we will adore and respect them always in our lives.
5. Punya sabar yang bertambah jarak panjangnya, meski gak panjang sekali.
6. Tahu bahwa ada masih ada langit di atas langit (ya iyalah, kemana saja pas pelajaran IPA).
7. Tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam saja.
8. Tahu bahwa cinta, sayang, dsb. itu bukan hanya ucapan dan buket bunga tapi tindakan.
9. Punya teman mengobrol ngalor-ngidul setiap saat setiap hari (thanks ya Beibeh).
10. Masih gandengan tangan kemana saja kami pergi.

By the way, postingan ini diikutsertakan pada Give Away Ultah Samara ya. Tidak terlau berharap menang, maklum blogger tahap pemula saya ini, tapi ingin ikutan saja, mumpung jadi terilhami ide untuk posting hari ini :). Terima kasih ya Samara dan bundanya yang membuat jadi semangat menulis.

Advertisements

6 thoughts on “Hari Lahir Kedua: Keep Moving Forward

  1. Keluarga Qudsy says:

    Duh kebayang deh gimana sedihnya waktu pernikahannya nyaris batal, tp Alhamdulilah yaa akhirnya berjalan juga pernikahan itu.

    Anyway terima kasih sudah sharing dan berpartisipasi dalam GA Ultah Samara πŸ™‚

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s