Tahun Ke-6 (Part 1)

… Dan juga memasuki tahun ke-9 gw dan Mr.Y bersama sebagai best friend.

Mengikuti pembicaraan bijak seorang teman, muka memang bisa cakep di kala muda, tapi kalau sudah peyot tapi pembicaraannya selalu tidak nyambung, apa yakin bisa bertahan berdua terus?

Makanya, we call ourselves and to each other as best friend forever, semoga tanpa perlu bahasa romantis, buket bunga, puisi cinta atau panggilan sayang, yes, i know Beib that you love me, without any doubts.

Jadi, apa yang terjadi selama 6 tahun pernikahan?

1. Dikira Tidak Sayang karena Tidak Punya Panggilan Sayang
Gak punya panggilan sayang? Of course, kami berdua punya cuma tidak berbunyi “sayang, ayang, cintaku, kasihku” karena kami pemalu wkwkwkwkwk. Gak ding, cuma ya mungkin bukan sifat kami saja gitu. Saling memanggil ayah-bunda, mama-papa, mimi-pipi kecuali di depan anak-anak, kadang-kadang membuat gw merinding hahahahaha… Habis setiap kali dipanggil begitu, gw jadi ingat perut gelambir ini, zzzzzzzz. Ini mungkin impian terpendam menjadi s*xy yummy mummy kali ya *lebay*. Mau manggil mas pun susah karena umur kami sepantaran.

So, selama 6 tahun kami dikira tidak saling menyayangi atau menghormati gara-gara dikira gak punya panggilan sayang wkwkwkwkwk. Tapi kami punya kok panggilan sayang, yaitu xxx dan xx, dari nama kecil kami yang harus diucap dengan intonasi tertentu dong. Nama panggilan lain kalau lagi chatting: Beib dan Dear.

2. Suka Berdebat Dikira Tidak Kompak
Dan yakinilah bahwa itu salah. Oke, memang untuk hal-hal kecil kami suka berdebat, lebih suka di depan sanak saudara. Apalagi dengan tipikal Mr.Y yang lebih pendiam menjadikan gw istri yang suka marahin suami. Some of them sepertinya terhibur dengan drama kami, (-_-“), seperti menonton Srimulat. Hahahaha, gw pernah dong diambekin MIL, dikira anaknya gw bully.

Tapi datanglah suatu pengakuan seorang ipar, mereka ternyata melihat gw dan Mr.Y sangat sangat sangat kompak untuk urusan yang lebih besar (dan lebih penting), seperti menentukan rumah kami yang pertama, jenis sekolah dan pendidikan anak-anak dan sama-sama melek investasi. Yang paling signifikan buat gw sie, sangat kompak dalam mendidik anak, bahkan Mr.Y sudah khatam membaca the golden years sebelum Miss Z lahir. Gw bersyukur menemukan one of a million father, yang mau berdikusi sekolah bukan hanya aspek biayanya tapi pendidikan yang diterapkan.

Ternyata memang kami dipermudah mungkin karena marry with our friend, secara garis besar haluan rumah tangga sudah hampir sepemikiran ya, memudahkan buat jenis keluarga long distance kalau perlu membuat keputusan yang bersifat segera dan Mr.Y susah dihubungi di daerah terpencil, gw masih bisa membuat keputusan tanpa menunggu dulu (dan nanti gw akan menjelaskan kok).

3. Masih Menaruh Piring Bekas Makan Sendiri di Bawah Piring Suami
Dan juga menaruh nasi buat suami duluan. Ya ya ya, bisa dirajam sama aktivis feminis nie gw. Ini nasihat gw dapat setelah menikah dari Eyang Putri gw. Tapi memang gw butuh itu, untuk mengingatkan diri gw sendiri bahwa sejauh mana gw berlayar (dunia perkariran), tetap kalau balik ke rumah, imam gw adalah Mr.Y. Seperti ibu gw yang telah bergelar panjang itu, tetap butuh bapak gw yang galak itu tapi sangat sayang ibu gw untuk mendukungnya.

4. Masih Bilang Tujuan Menikah Adalah Ibadah
Iyeees, jangan coba tanya Mr.Y kenapa mau menikah sama gw, apakah karena dia mencintai gw? Dia hanya akan menjawab, ya karena ibadah. *hati remuk redam*. Tapi memang dese ya begitulah, makanya Virgo itu cocok sama Pisces, karena Virgo bisa membuat Pisces yang suka melayang-layang balik menjejak tanah :D. Kayak dulu awal pacaran gw ajak nikah (umur masih 23 tahun), dese bilang menikah itu pakai uang, memangnya mau makan daun hahahaha. Sial*n!

Salah gw juga sie, karena pengalaman lingkungan yang suka berselingkuh (dan terlalu banyak baca ruang psikologi Majalah Femina dan Oh Mama Oh Papa), ceritanya gw pernah rajin sholat tahajud meminta jodoh yang beriman, dalam hati gw cowok yang beriman pasti akan menafkahi istri, setia dan menyayanginya. Ternyata ya dapatnya si dese ini. Gak apa-apa dech, eikeh gak ngeluh, mumpung Mr.Y memang cocok sama gw :).

Btw waktu gw cerita tentang artikel atau cerita selingkuh, gw tanya apakah Mr.Y akan kepikiran begitu, jawab dese beginilah: balik lagi dong tujuannya menikah untuk apa? * ailapyu somach, Beib*.

5. Masih Selalu Berpegangan Tangan
Gak apa kan dibilang ABG, tapi we love holding hands.

Dan yang terakhir…

Lanjut ke Part Deux ya, soalnya kepanjangan…

Advertisements

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s