Sekolah Lagi

Minggu ini gue lagi sibuk-sibuknya aplikasi sekolah. Bukan aplikasi sekolah dasar si Miss Koala, tapi aplikasi sekolah. iyeeeees, akhirnya keberanian gue untuk men-submit aplikasi sekolah ke negara antah berantah itu muncul di minggu ini. untung programnya belum tutup untuk peserta dari overseas. Kenapa gue begitu takut?
1. Sekolahnya termasuk Top 10 di dunia.
2. Hasil TOEFL Score gw hancur saudara-saudari.

Gue bukan pegawai teladan yang bakal mendapatkan referensi dari big boss di atas, masa depan karir gue saat ini lagi agak-agak suram ya. Ya jadi untuk memencet Button “Submit Application” saja gue takut setengah mati. Sekolah ini sepertinya hanya menerima Best of the Best, calon pemimpin, lah gue hanya bercita-cita menjadi ibu yang baik hati dan calon pimpinan tertinggi di kantor ini (hahahahaha, kontradiktif).

Meski gue menunda-nunda untuk memasukkan apilkasi ini, tiap malam tidur gue tidak nyenyak, jam 11 malam sudah pasti gue gak tidur sampai jam 3, padahal gue biasa naik kereta jam 5.33 pagi dari Serpong. Hari ini? Alhmadulillah, malam kemarin gue akhirnya bisa tidur plong.

Berharap untuk diterima? Sama sekali tidak. Gue tidak mau memikirkan ke depan bagaimana saat ini, gue hanya mau memikirkan hari ini saja. Tapi kalau aplikasi gue diterima, sungguh gue akan senang sekali, mungkin gue akan menemukan jawaban atas keguindahan hidup gue ini di negeri sebrang sana, tapi kalau gak diterima ya mungkin gue akan menemukan di tempat lain, gak susah kan. Aaaah, hidup sudah susah tidak perlu dipersusah lagi, menurut gue yaaaa.

Kenapa gue memilih sekolah itu? Karena hanya dua hal:
1. gue kepengen sekolah di Britania Raya, karena lebih baik gue berhadapan dengan hantu di casttle tua daripada penjahat psikopat seperti di Criminal Minds.
2. mata pelajarannya sungguh membuat gue pengen segera kuliah.
Cetek banget ya alasan nomor 1, huahahahahahaha. Tapi memang mata kuliahnya yang membuat tertarik. Padahal sekolah ini sempat 10 tahun yang lalu gw bertanya “memang ada ya sekolah namanya ini”, dibanding si sekolah Oxford dan Cambridge, tapi ternyata cukup terkenal juga. Kemakan tulah gue kayaknya, jatuh cinta sama sekolah ini.

dan kalau ada yang bertanya kenapa gue gak mau menyebutkan nama sekolah ini, jawabannya simpel, gue malu! ya, gue malu bukan sekolahnya namanya mirip dengan sekolah bernama hampir serupa di bilangan bendungan hilir, tapi karena gue sungguh takut di-underestimate. Sama saja di masanya kalau gue ditanya mau kuliah dimana, yaitu Fakultas Hukum Universitas Indonesia, gue akan menyebutnya dengan gemetar. ternyata siapa sangka gue bisa memakai Yellow Jacket dengan sekali ikutan UMPTN. Dan lulus pula hehehehehe. Tiap kali gue harus menyebutkan tujuan sekolah gue sekarang, gue harus mengarang seribu alasan bahwa sekolah ini pilihan bagian SDM gue, memang mereka gak salah sie, kan gue yang menulis sendiri di motivation letter gue saat pengajuan izin prinsip ke kantor sekolah pilihan gue. Apalagi gue menulisnya setengah teler habis 1 bulan melahirkan Baby Koala dan Baby K lagi growth spurt pula, zzzZZ (jangan pernah menyryh seorang ibu habis melahirkan untuk membuat motivation letter dalam 5 hari). Tidak mengira ternyata kantor gue mendukung sekali pilihan gue (padahal pas presentasi dan wawancara gue masih teler juga). Aaaaah, sudah lah yang lalu tak perlu disesali, mungkin Alah melihat ada kemampuan gue yang gak pernah gue gali sangking gue malas ya gak?

Ya wis, mari saya mengucap Bismillah, semoga jalan saya selalu terbuka dan dilindungi-Nya.

Advertisements

4 thoughts on “Sekolah Lagi

  1. irrasistible says:

    Lo apply dimana bok? Ih gue trauma deh pernah apply S2 lewat program Chevening dan gak lulus! Hahahaha… Agak puyeng gue kalo berurusan sama scholarship. Traumanya belom kelar-kelar sih πŸ˜›

    • Mrs. Tyasye says:

      gw pakai beasiswa kantor Ra, kalau ADS dkk gw sudah pernah ditolak 2 kali saja, jadi gak balik melirik lagi hehehe. Tp Ra, tetap semangat apply, gw perhatiin temen2x malah banyak yg keterima di Chevening dan ADS di umur sekarang krn mgkn kita terlihat lebih mature (dan berprospek) dibanding pas 10 tahun lalu gw langsung main apply saja. Seperti laki gw dapat dari Bappenas kerjasama sama JICA, klo gak salah ada buat sektor swastanya juga kok.

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s