Hasil Seminar SupermomsID tentang Memilih Sekolah Internasional… Part 2

Sebagai kelanjutan post sebelumnya, sebagai pemenuhan janji gw untuk berbagi ilmu dengan anak-anak Kejora yang dulu suka ngumpul di kantin FH sekarang lagi pusing cari SD maka saya persembahkan rangkuman seminar yang diadakan tanggal 2 Februari 2013 pleh SupermomsID dengan pembicara Bp. Faisal Sundani, Lc, MEd. (pembicara yang gak bikin ngantuk sama sekali karena seru banget).

Terimalah persembahan ini:

Menurut Bp. Faisal, Kurikulum Indonesia adl kurikulum yg tersulit di Indonesia. Kemungkinan anak-anak yang terlibat tawuran adalah sebagai qkibat stress karena beratnya kurikulum di sekolah.

Apa itu sekolah internasional? Sekolah Internasional adl sekolah yg memakai kurikulum internasional seperti IB, IGCSE, Edexcel dll), namun tidak semua sekolah dg bahasa Inggris adl sekolah internasional.

Kurikulum: kump dari materi pendidikan yg diajarkan di sekolah atau univ.
Mata pelajara —> silabus —> kurikulum

Hidden curriculum: norma , kepercayan, kebijakan sekolah, setiap sekolah memp hidden curriculum sesuai dg objective sekolah.

Ada beberapa Aspek yg mempengaruhi kurikulum: kepercayaan, obyektif, kebijakan pemerintah lokal, sosial, budaya, teknologi, tekanan.

Sifat kurikulum adalah bersifat lokal oriented, dinamis, subjective, unik dan terkadang pragmatik. Subjective itu bersifat dari obyek dan subyek dr kurikulum itu. Sedangkan Pendidikan yang holistik mencakup pendidikan hati, akal dan fisik.

Filosofis program K12 or K11 yang ada di program Internasional adalah menyadari tidak semua orang mempunyai bakat akademis. Jadi pada akhirnya bisa saja anak-anak tidak harus masuk ke university namun menjadi chef, teknisi, businessman dan lain-lain. Maka daripada itu harus diketahui apakah anak mempunyai bakat akademis atau non akademis. Orang tua harus mengetahuinya sejakq umur 11 tahun atau sejak anak lulus elementary.

Apa itu International Baccalaureate?
International Baccalaureate (IB), saat ini sedang Booming, sayangnya tidak didukung oleh infrastruktur anak2x di negara berkembang seperti Indonesia. Kurikulum IB berasal dari Swiss, terdiri dari primary years programme, Middle Years Programme, Diploma Programme setingkat SMA kelas 3 dan pre university.

Pros dari IB
Jumlah mata pelajaran tidak perlu banyak.
Ketrampilan analisa, membuat laporan, essay dan berfikir kreatif selalu dilatih.
Memberi perhatian terhadap local mindedness.
Kurikulum yg bisa dipergunakan sbg framework utk diaplikasikan dg kurikulum lain.
Student centered.
Recognition yang mulai meluas.

Dlm kurikulum IB diberikan hanya frameworknya saja.

Cons dari IB
Kurikulum yg terlalu progresif khususnya oleh negara berkembang.
Memerlukan contuinity dlm program sekolah.
Terkadang sisah mengimplementasikannya di lapang (misal mencari pengajar yg bisa menyampaikan materi secara menstimulus student).
Terkadang guru terjebak untuk mengajatkan online junks information.
Open mindness yang bisa melabrak norma kerimuran.
Susah bagi murid dg kesulitan analisa dan bahasa yang terbatas.
Durasi yg lebih lama jika siswa memutuskan utk maju ke jenjang diploma (dibandingkan program yg sederajat lainnya).
Tidak cocok bagi yang mempunyai orientasi masuk PTN.
Harga lebih mahal.

Apa itu IGCSE atau yg dikenal dengan kurikulum Cambridge?
IGCSE adalah Versi internasional dari kurikulum O level atau GCE Inggris Raya.
Level O diklaim sebagai slh satukurikulum tertua di dunia. Diklaim sebagai provider ijasah terbesar di dunia dg 9000 sekolah di 160 negara di dunia. Dikembangkan utk mengakomodir siswa intl oleh Univ of Cambridge pd thn 1988.

Tipikal sekolah IGCSE
Primary program cipp cambridge.
GCE/IGCSEsetingkat smp smp kelas 2 sma.
A level kelas 12-13 pre-u

Pros gari IGCSE
Pengalaman menyusun kurikulum.
Tersebar du seluruh dunia.
Jumlah mata pelajaran yg sedikit.
Banyaknya pilihan untuk elective subject.
Homeschooling friendly.
Harga relatif lebih murah.
Mooslem friendly (kurikulum bahasa arab dan islamic).
Kurikulum yg ringan utk dihabiskan dl masa 2 tahun dg 3 tahun persiapan di tingkat lower secondary.
Sertifikat diberikan per subject.

Cons dari IGCSE
Sangat academic oriented.
Teralalu klasik miskininovasi framework.
Durasi tidak kompatibel dg sistem K12, bisa leBih lama smp ke jenjang univ (iGCSE + a level)
Di beberapa subject masih teacher centered.
Tekanan kpd exam oriented.
Memerlukan basic bahasa inggris yg kuat.
Tidak cocok baginyg mempunyai orientasi masuk PTN.

Kenapa dalam IGSCE harus ikut A Level dan diploma karena utk mendapatkan dasar dan menghindari kesalahan pemilihan jurusan kuliah krn belum firm.

Dlam seminar Pak Faisal juga memaparkan Dilema kurikulum asing, yaitu:
Lahir dari falsafah pendidikan barat yang menganut matrialism.
Menjauhkan anak dari norma timur dan agama.
Sebagian besara anak akan mendapatkan konfirmasimkebenaran dari sekolah.
Tidak kompatibel dg pendidikan lokal.
Ekspetasi ortu yg berlebihan, misal ingin anak menjadi orang hebat.
Susah untuk kembali ke sistem nasional jika terpaksa.

Pusing? Iyes… Pusing kan sekarang mau milih swkolah macam apa. Ini ada tips atau Panduan memilih sekolah berkurikulum asing bagi keluarga Indonesia
Kenali kurikulum dan sistem sekolah.
Pendampingan anak sangat diperlukan.
Bimbingan agama yang berkelanjutan.
Jangan jauhkan anak dari kebudayaan dan norma lokal.
Persiapan basic bahasa yg aktif.
Tanya kesiapan anak dan ketertarikan anak.
Bila terpaksa mengirim anak ke LN pastikan keamanan anak dg guardianship.

Dilema SBI
Hambatan bahasa.
Penumpukan kurikulum.
Biaya tambahan.
Tanpa penjelasan menyeluruh kepada kandidatnya.
Keterbatasan infrastruktur.
Sistem yg tidak sistem dan efisien.
SDM yg kurang memadai.
Dikotomi status sosial.
Penjalanan kurikulum yg 1/2:1/2

Tips amemilih Sekolah
Ingat bhw memilih sekolah adl sangat personal dan subyektif bisa jadi cocok dg org lain tetapi tidak cocok dg anak kita.
Perbaiki niat, visi dan misi dalam menyekolahkan anak.
Jgn terpedaya dg nama besar sekolah tertentu tanpa melihat sendiri.
Lihat visi misi sekolah.
Lakukan survei ke beberapa sekolah.
Pastikan mendapatkan informasi dr salah satu akademik staf apabila perlu ke wakil atau kepala sekolah.
Cari SD yg tidak menerapkan entry test dlm perekrutan siswa, krn terindikasi akan menerapkan tekanan akademis yg berat. Cari sekolah yg melakukan placement test melalui interview.
Lokasi dekat rumah.
Lihat kompetensi tenaga pengajar.
Lihat fasilitas sekolah.
Lihat classroom setting dan ratio guru murid.
Bila bilingual school, lihat proses belajar mengajar apakah dalam satu mata pelajaran digunakan dua bahasa atau memberikan beberapa mata pelajaran dg full english dan selebihnya full indonesia.
Lihat metode pengajaran.
Lihat oergaulan.
Komunikasi yg baik antara sekolah dan wali murid.
Disiplin.

Kenapa harus ke akademik sekolah atau kepala sekolah, bisa dilihat jika utk berhubungan dg mereka dipersulit maka ketika kelak sekolah kita akan banyak berhubungan dg mereka shg bisa melihat bgmn kita akan bs menghubungin mereka.

Advertisements

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s