Hasil Seminar SupermomsID tentang Memilih Sekolah Internasional… Part 1

Gara-gara pusing milih sekolah untuk Miss Koala, hati pun galau dengan sekolahnya yang sekarang dari sisi pengajaran agama (yang menurut kami kurang pemahaman yang mendalam tapi hanya asal hapal saja) maupun dari sisi pergaulan (kok gw merasa anak gw di-bully ya), gw sama Mr.Y sedang berpikir keras memilih jenis sekolah yang lain dari pada si sekolahnya Miss K saat ini.

Sempat tercetus untuk memilih homeschooling sebagai jalan terakhir, andaj tidak menemukan sekolah impian untuk anak-anak kami. Mr.Y malah ingin menghubungi Kak Seto sebagai salah satu pakar pendidikan, ingin konsultasi mengenai ini. Lebay banget gak sie??? Semoga sie enggak ya, soalnya sekolah itu semacam investasi kami buat anak-anak, kalau kami berdua lebih cepat dipanggil sama Yang Di Atas, hanya iman dan ilmu yang menjadi warisan kami (gambar smiley dg halo di kepala ;)).

Pilihan sekolah kami gak susah kok, kriterianya sedikit:
1. Biaya yang masih bisa diterima oleh dompet kami dan akal sehat kami. Kami sungguh belum mampu jika harus membayar sejumlah uang ekuivalen dengan cicilan rumah kami.
2. Untuk ukuran TK, jangan sampai anak terbebani dengan pelajaran dan calistung, untuk tingkat SD kami tidak mau anak kami terbebani dengan beban harus berprestasi secara akademis terlalu berat. Motto gw sie, genius itu hanya sampai umur 20 tahun, selebihnya akan sama saja atau jangan sampai gila karena secara emosional kalah bersaing meski akademiknya melebihi rata-rata
Bagaimana kalau SMP dan SMA? Maunya gw sie yang mengajarkan disiplin seperti almamater gw (SMU Regina Pacis), tapi bapaknya ingim mereka masuk negeri saja. Nanti saja dibahasnya, sebelum terjadi perang bubat hehehe.
3. Inginnya sie sekolah berbahasa Indonesia secara penuh, tapi lihat-lihat situasi juga seperti sekarang karena menurut gw Miss K sudah fasih berbahasa Indonesia secara terstruktur, ya gak apa-apa kan kalau kami mulai melirik si sekolah idaman dengan pengajaran bahasa Indonesia, Inggris dan Arab ;).
4. Mempunyai pelajaran agama yang mendalam, bukan sekedar hafalan, atau tahu, tapi memahami dan kritis.
5. Mengajarkan anak tentang budi pekerti, pengembangan secara emosional serta entrepreneurship/innovator. Point yang penting, karena kami saksi orang-orang dewasa yang tumbang karena kekurangmatangan emosi jiwa.

Haruskah anak-anak kelak masuk PTN atau sekolah di luar negeri? Hati kecil gw pengen sie ada anak gw meneruskan tradiasi Yellow Jacket, tapi ya terserah anaknya saja, siapa tahu mau jadi penari ballet (somehow if she becomes an dancer, gw akan suruh Miss K belajar tentang bisnis pertunjukan dan manajemen).

Lokasi bagaimana bu? Penting dong, karena gw gak bisa anterin, jadi jangan jauh-jauh dulu. Lagipula masa sie mau ikut jejak ayah ibunya yang hampir tua di jalan, zzzzzzz.

Long short story, dalam kegalauan, tiba-tiba mendapat BBM dari Mbak Riani-nya DapurQ, my grandma’s awesome birthday cake maker jadi ingat RVC nya mbak Riani yang yummy itu, mengajak untuk ikutan seminar parenting tentang Sekolah Internasional. Tambah berita kalau kurikulum RSBI dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi, dimana gw kira RSBI nama rumah sakit, maka ajakan mbak Riani untuk ikutan seminar SupermomsID ini bak gayung bersambut. Langsung daftar untuk dua orang. Maka dua hati yang galau ini akhirnya mendapatkan pencerahan. Terima kasih SupermomsID atas inisiaifnya mengadakan seminar ini, tahu saja banyak ibu bapak yang sedang galau :)). Yang akan menjadi pembicara kebetu
An pakarnya, so apa salahnya meluang waktu sedikit bukan ;).

Untuk rangkumannya di post berikutnya ya…

Advertisements

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s