Mencari Dokter Umum

gara-gara mengikuti PESAT4 Tangerang kemarin, dimana Mr.Y sepertinya antusias banget mengikuti beberapa sesi-nya (sempat mangkir krn yang bersangkutan dinas luar jawa), akhirnya dirinya berinisiatif untuk menerapkan dalam kehidupan nyata.

maksudnya RUM gitu atau homemade MPASI?

bukan…

PESAT4 tidak hanya mengajarkan tentang RUM atau homemade MPASI. tapi juga RU of doctors, maksudnya pergilah ke dokter yang sesuai dengan kebutuhan. Pada sesi terakhir sempat ditantang oleh para pembicara apa semua anak2x peserta PESAT pasti akan lari ke dokter spesialis anak. nah di sana sebenarnya dianjurkan untuk juga melirik dokter umum atau dikenal saat ini sebagai dokter keluarga.

taken from MSWord

gw ingat banget cerita sepupu kami dari Klaten, namanya Dokter Indra (ibu-ibu, silahkan dokter ini masih muda dan cakep lho). kami tanya apa Dek Indra akan ambil spesialisasi, dijawab: saya ndak mau, karena saya mau jadi dokter umum dengan filosofi dokter keluarga. kalau dokter spesialis berkesan mahal, saya mau mengobati banyak kalangan.

kira-kira begitulah jawabannya. *terharu*.

kebetulan sekali, si dua bocah Miss Cerewet dan Miss Mbul-Mbul bapil (batuk pilek). emak rabid sie sudah pakai RUM segala, tapi kok anak2x gak selesai2x batuknya. kebetulan akhir minggu ini gw mau ngajak anak gw liburan naik pesawat, kan kasihan tuch kalau masih sakit di pesawat, jadi sabtu kemarin kami berempat berkeliling mencari dokter umum.

kebetulan di BSD kami belum tahu medannya hanya tahu satu dokter spesialis anak (DSA) di klinik anakku. eh ternyata ternyata dokter lagi libur saja dan sayangnya di klinik tersebut gak ada dokter umum.

lalu dirujuk sama mbak resepsionis klinik anakku ke dokter di ruko depan. karena belum firm dengan dokternya akhirnya kami mencarai ke salah satu rumah sakit di dekat rumah, harapannya dapat ke dokter umum di UGD.

sampai di rumah sakit tersebut kami tidak bisa konsultasi ke dokter umum karena kebijakan RS tersebut untuk anak usia 5 tahun ke bawah wajib dirujuk ke DSA. ampun dech susah juga, wong hanya batuk pilek kok, mana antriannya penuh, masa untuk penyakit common flu (atau common cold ya), harus antri ya.

akhirnya kami balik saja ke rumah.

sorenya kami ulang tahun Atie-nya anak-anak, trus malam lanjut ke langganan kami di Kemang. tekadnya masih sama, ke dokter umum, jadi kami langsung masuk UGD dengan was-was ditolak lagi.

ternyata gak lho… alhamdulillah cuma common cold, radang sedikit dan no antibiotik ya.

setelah konsultasi sama dokter di sana sebenarnya meski ada jadwal DSA, RS tersebut memperbolehkan untuk konsultasi langsung ke bagian Poli Umum (jadi gak perlu menyelinap ke UGD hehehehe). tentunya hati ini senang karena kadang-kadang kan sakit itu gak diduga, masalahnya jadwal dokter Etha suka penuh kalau go show pun kadang ditolak dari bagian admin.

apa sie sebenarnya kelebihan ke dokter umum? gak ngantri.

ya itu, gw sebenarnya capek ngantri, wong hanya buat suntik saja ngantrinya sejam, belum ketemu anak2x yang sakit cacar, campak, batuk-batuk lainnya, jadi kan suasana ruangan gak sehat dong jadinya.

kalau sisi hemat sie gak, lah tagihannya hanya beda sekitar 50rb saja *doeng*.

sebenarnya kalau gw pernah baca di suatu majalah, harusnya ketika sakit kita datangin general pratitioner dulu, dokter keluarga yang sudah tahu riwayat kesehatan keluarga. baru dech nanti sama dokter itu dirujuk ke spesialis apabila memang diperlukan.

kata dokter umum yang mengajar di PESAT4, dokter umum pun diajarin kok masalah pengobatan anak-anak yang sifatnya umum.

ya wis, next time ke dokter umum dulu dech :).

Advertisements

2 thoughts on “Mencari Dokter Umum

  1. Winnie says:

    Salam kenal mbak..
    Saya winnie dan kebetulan baru pindah di bsd..
    Boleh minta referensi dsa dan dokter umum yg rum kah ?

    Makasi banyak sebelumnya..

    • Mrs. Tyasye says:

      Salam kenal Mbak Winnie, saya Tyas. Maaf sekali sampai sekarang kami belum menemukan dokter umum maupun DSA yang cocok di BSD. Namun waktu yang kecil dirawat karena kejang, kami bertemu dokter Hendri di Eka Hospital yang menurut kami sangat informatif dan kami sempat diskusi panjang apalagi pemilihan obat untuk perawatan anak. Namun untuk beberapa hal kami masih menggunakan jasa DSA dan dokter umum di KMC yaitu Dr. Eta (DSA) untuk diskusi milestones dan Dr. Ali (Dokter Umum) utk vaksinasi dan sakit. Atau juga masih ke YPK Menteng dg Dr. Latief. Kami masih mencari Mbak, tapi kami dengar dokter di klinik Anakku termasuk RUM. Maaf ya kurang membantu karena keburu giving up cari di BSD jadi kalau di luar bapil dan gawat darurat kami lari ke Jakarta :(.

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s