Ambisi Pribadi Versus Egois

satu lagi luapan emosi jiwa gw, maaf nyampah di blog sendiri…

gara-gara habis baca post seorang rekan kerja kantor yang alhamdulillah dapat kesempatan sekolah lagi dibiayai full oleh kantor dan membaca komentar pembaca maya di post tersebut.

sebagai intro, kantor gw alhamdulillah ya sangat baik hati membiayai pegawainya untuk memilih sekolah terbaik untuk melanjutkan pendidikannya. wow! dahulu gw pernah berangan-angan untuk masuk ke Yale Law School, tapi kepentok masalah biaya. susah sekali mencari beasiswa yang mau membiayai sekolah di universitas setaraf ivy league. kantor gw ini menggenjot anak buah terbaiknya untuk sekolah minimal 30 besar dunia. meski kesannya mudah sekali mendapatkan beasiswa, tapi jangan salah sangka, requirements nya banyak. baru kali ini gw berasa harus punya TOEFL Score di atas 90-100.

dan setelah melewati tahapan psikotes (untuk menilai apakah otak gw masih sanggup menyerap ilmu hehehehe), wawancara, motivation letter, syukur puji Tuhan, gw keterima sebagai salah satu peserta calon penerima beasiswa. pewawancara gw menekankan “nilai investasi” yang kantor gw berikan itu bermilyar terhadap satu orang calon, jadi gw gak boleh menyia2xkan kesempatan.

balik lagi ke cerita awal, temen gw di atas itu mendapatkan kesempatan yang sama dan harus meninggalkan anaknya yg balita selama masa penyesuaian kampus. dapat komentar kurang lebih begini:

meninggalkan balita untuk mengejar ambisi pribadi……….. menurutku kok egois ya…

jleb.

bacanya sungguh menyakitkan mata. komentar balesan teman itu adalah dia dapat dukungan keluarga, jadi buat apa bother athers negativity ya. TRUE!

gw jadi teringat dahulu ibu gw dan bapak juga meninggalkan gw setahun untuk kuliah di Perancis. selama masa penyesuaian ibu gw ingin memastikan sudah settled baru mengajak gw. setiap dia menelpon ke rumah (jaman dulu gak ada internet yaaaa) beliau menangis, karena hanya bisa biacara sebentar (pulsa mahal book).

apa gw patut mengatakan ibu gw egois????

suatu anugerah gw mendapatkan ibu seperti beliau.

gw tuch lahir bukan dari keluarga kaya. anak dosen biasa. jenjang karir ortu gw bisa naik kalau ortu gw bisa nambah ilmu bukan?

kalau jenjang karir naik, berarti ada kenaikan taraf hidup bukan?

kalau ada kenaikan taraf hidup, ortu gw bisa menyekolahkan anaknya ke sekolah lebih tinggi bukan?

apa itu egois yaaaaa…

dan gw sangat berterima kasih kepada kedua ortu gw yang berusaha menempuh sekolah di luar negeri karena:

  1. gw mendapatkan wawasan luas tentang masyarakat dunia.
  2. gw bertemu teman dan punya teman dengan warna kulit yang berbeda.
  3. mata gw terbuka akan dunia.
  4. gw memang jadi harus mengurus diri sendiri, sekarang gw lebih mandiri.
  5. dan gw termotivasi untuk mencari ilmu sejauh mungkin sebagaimana sunnah Rasul.

gw bangga sama ibu gw, dan gw ingin anak-anak gw bangga sama gw. selain mendapatkan ilmu, gw sekolah ke luar ingin menunjukkan kepada kedua gadis gw, meski mereka wanita, gak ada rintangan yang gak bisa mereka tembus jika mereka mau tekun dan bekerja keras.

gw gak ingin selama jadi staf di kantor, tentu gw perlu menambah wawasan dong, makanya gw sekolah. di luar negeri, di indonesia, semuanya sama saja.

dan bagi yang mengatakan hal ini adalah ambisi pribadi dan egois, coba dech pikirkan:

  1. memangnya hati kita gak sakit ketika harus berjauhan dari anak2x?
  2. kalau kita gagal, apa gak merasa bersalah sama sekolah dan “uang rakyat” yg telah dikeluarkan negara untuk membiayai sekolah?
  3. kalau kita bawa anak kita, trus ditinggal terus di daycare , mana waktu berkualitasnya, bukannya selama kita sibuk lebih baik anak2x dapat curahan kasih saya yg penuh dari kakek neneknya?

eh gw marahnya kayak gw yg ditohok ya huahahahahahaha…

ya sudah, pada intinya gw cuma mau mengatakan para ibu yang bekerja sampai malam, para TKW yang meninggalkan anaknya untuk bekerja di negeri orang, ibu-ibu yang harus kuliah tambahan sampai malam atau kuliah ke luar negeri, bukan wanita yang egois kok. kami memang ambisius, ambisius untuk menaikkan kehidupan anak-anak kami.

tapi kami percaya, apa yang kami lakukan adalah untuk membuka masa depan anak-anak kami yang lebih luas.

have a nice weekend!

Advertisements

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s