Taxi di Jakarta dan di Belahan Dunia Lain… Bagian 2

lanjut cerita sebelumnya tentang taxi di Jakarta gw pengen cerita perjumpaan gw dengan taxi di negara lain.

alhamdulillah gw sudah diberi kesehatan dan kesempatan -ya kalau gak sehat pasti gak bakal kemana-mana ya gak :)- untuk melakukan penjelajahan di negera orang lain. antara ikut orang tua tugas belajar, dapat kesempatan dinas oleh kantor (business trip alias jalan-jalan dibayarin) atau memang sengaja menyisihkan uang (eheem) untuk menjelajah.

perkenalan pertama gw dengan taxi di luar negeri adalah di Perancis. gak ada yang bisa diceritakan karena taksi di sana mahal Jenderal! karena memang bukan untuk jalan-jalan tinggal di Paris, selama 3,5 tahun gw hidup di sana tidak pernah nyobain naik taxi.

lalu perkenalan kedua adalah di Australia. ya yeuk untuk pergi ke airport di Sydney saja kok, which is karena barang bawaan yang plek plek tumpah ruah hahahaha. harga argonya gak inget soalnya namanya juga lagi business trip jadi gak pakai mikir (apalagi saat itu AUD masih di kisaran 7.000 rupiah saja). mungkin sekarang mengingat AUD sudah melebihi USD ya mikirlah Gan kalau gw mau naik taxi di sana.

di Hobart, Tasmania waktu kita menyambung trip dari Sydney, taxi-nya beneran membuat gw terkesan karena pakai GPS yang bersuara. taxi model lama kok, nissan jadul look alike gitu tapi bersih. nah didepannya adalah alat sebangsa GPS yang memandu jalan tujuan kita. agak annoying actually karena setiap belokan pasti alat ini bersuara seperti begi: “turn to the left go 1 km turn to the right“… kebayang ya terus-terusan gitu dengan suara wanita. eeeeeeer…

lalu gw berkenalan dengan taxi lagi di Singapura, sembari mengantri panjang. ya yuk, habis nyebrang dari Batam gw sampai di Singapore jam 9 malam, ditunggu teman gw di Novotel Clarke Quay. antrinya cintaaaaa… *jangan pernah naik taxi di kala toko mau tutup*. kalau di sini yang bikin amazed gw *maaf gw udik dech* kalau di depannya pengemudi ada layar tulisan “vacant” atau “hired” termasuk kalau taxi itu sudah dipanggil via telepon. canggih ya, karena memang daripada sudah capek-capek di jalan melambaikan tangan trus ditolak, mending belajar baca dari jauh :P.

update, sekarang taksi putih pengemudi Tegal itu sudah pakai tulisan vacant dan hired, it’s a very improvement here.

lalu perkenalan kembali dengan taxi di Jepang. nuhun otosan, taxi meuni mahal teuing. gak ketulungan dech, masa pasang argo langsung 660 YEN, kali saja 100 kalau mau di-rupiah-kan. taxi di sini banyaknya pengemudinya sudah tua-tua alias obachan *bener gak sie kakek-kakek dalam bahasa Jepang*. biar kata sudah kakek-kakek ya yuuuk ngebut saja. ini gw beneran terpaksa naik taxi kalau pulang belanja, habis bawaan belanja mertua kami cukup sebanyak euy, kalau jalan ke Apato (apartement) agak-agak gimana gitu heuheuheu *pemalas*.

ohiya, biar mahal jangan kebayang keren kaya taxi perak di indonesia ya, kayak begini bentuknya:

taxi di Tokyo, picture by Yuga

kembali lagi ke pertaksian ini, ya yuk dari semua taxi di luar negeri, memang Indonesia paling mewah, mobil terbaru, harga ya masuk di kantong para metropolis lah. kalau di luar, ada harga ada rupa. beneran dech coba dech bandingkan dengan ini:

Mumbay Taxi, taken by Tyas

hayooo tebak dimana…

ya yuk di Mumbay, India… jangan terkecoh dengan tampilan Bollywood. AC beneran alami ciiiin. tarifnya? mahal Jenderal untuk ukran mobil beda tipi dengan bajaj, nehi nehi nehi… sebenarnya antara tampilan pakem hitam kuning taxi di Mumbay dengan Bajaj di sana cuma beda tipis jenis kendaraannya saja, serupa plek a plek. tapi ya kapan lagi gw dan temen gw si @PRMDY bisa naik taxi di India. kalau bentuk argo-nya gw lupa ya apa gw bayar argo atau karena gw nyewa dia keliling seharian. gw sempat takut ketika gw banting pintunya taxi itu bakal ambruk hihihihihi.

jadi kesimpulannya ya sepatutnya kita bersyukur taxi kita masih bagus lah. memang ada rupa ada harga pula, tapi Indonesia IMHO masih paling murah untuk tarif taxinya. cuma perlu ditingkatin keamanannya saja kok. contoh saja Mumbay dech, biar taxinya kayak begitu tapi gak kriminal, mereka orangnya masih baik.

Advertisements

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s