Menjodohkan Bukan Persoalan Sepele

Jodoh menjodohkan… secara kebudayaan sudah menjadi bagian dari masyarakat kita.

Terkesan mau ikut campur sajaaaaa urusan orang, tapi melihat seseorang bahagia membuat kita pun menjadi bahagia…

Dikatakan bahwa ada hadits yang mengatakan bahwa Allah menyediakan tempat di surga jika seseorang telah membantu sahabatnya mendapatkan pasangan hidup… Tentunya pahala tersebut sungguh menyejukkan hati…

Namun perkara jodoh menjodohkan bukan perkara yang sepele, semua situasi dan kondisi harusnya direnungkan secara mendalam.

Bibit-Bebet-Bobot mempunyai peran dalam kesuskesan dalam perjodohan, matchmaker seharusnya sudah memikirkan kompatibilitas dari pasangan yang akan di kenalkan.

Runtutan masalah sikap, keyakinan, adat istiadat, pendidikan, sifat serta latar belakang keluarga harus sudah dipikirkan masak-masak oleh si mak comblang. Perbedaan yang terlalu jomplang akan menyebabkan suatu perjodohan menjadi alot untuk dieksekusi. Jangan sembarang mentang-mentang si A masih jomblo si B juga… Mereka juga manusia yang punya perasaan bukan. Bahkan dari cerita orang tua saya yang kebetulan dokter hewan, untuk menjodohkan satu sapi ke sapi lain juga harus melihat kompabilitasnya kok, apalagi manusia.

Satu hal yang mesti ditanamkan dalam benak matchmaker adalah apa yang dia pikirkan ideal bagi dirinya belum tentu cocok untuk pasangan tersebut. Mungkin kita cocok berteman dengan kedua calon dijodohkan, mungkin kita berpikir hal-hal baik terhadap calon tersebut, tapi harus diingat hubungan pertemanan dan hubungan percintaan adalah suatu hal yang berbeda, biasanya dalam hubungan percintaan lebih terbuka sifatnya melihat personalitas pasangan dibandingkan pertemanan.

Hal lain yang perlu dipikirkan adalah mak comblang perlu membiarkan pasangan yang dijodohkan itu mengembangkan hubungan tersebut sendiri tanpa campur tangannya. tugas mak comblang berakhir ketika dia sudah berhasil membukakan jalur komunikasi antara dua orang yang dia jodohkan. dia tidak perlu turut campur terhadap keputusan pasangan tersebut apakah mereka akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak, semua keputusan adalah di tangan mereka sendiri, toh mereka adalah dua insan yang sudah dewasa.

Satu hal lagi terkait masalah ideal, tolak ukur yang dipakai mak comblang belum tentu sesuai dengan calon yang akan dijodohkan. mak comblang harus bisa menahan egonya untuk terlalu memberikan penilaian terhadap calon yang akan dijodohkan. salah satu contoh adalah kejadian nyata yang merupakan cerita dari kenalan gw: awalnya Y dijodohkan dengan seorang teman A oleh X dimana ternyata bertahan cukup lama masa pacaran mereka. Lalu katanya si A mau memutuskan Y melalui X, dan mungkin supaya Y tidak sedih, Y dijodohkan ke B oleh X lagi. time flies, ternyata Y tetap ingin kembali pada si A, dan A mau kembali lagi ke Y, X malah melarang-larang dengan alasan yang berjibun menurut pandangan X.

Menurut pendapat gw, cara X memaksakan suatu perjodohan is totally wrong… X terlalu ikut campur kepada perasaan orang itu sudah melanggar privacy seseorang. Gw ingin bertanya jika terjadi pernikahan yang terpaksa antara Y dan B, apakah X mau bertanggungjawab? Bagaimana dengan keturunan Y dan B serta keluarga kedua belah pihak if something wrong happens… Ayo, sekarang sudah berantakan, mana tanggung jawab Anda…

Hal yang terakhir adalah tanggung jawab. Mak comblang harus selalu punya rasa tanggung jawab atas suatu hubungan yang telah dia jodohkan. hal tersebut diperlukan agar seorang mak comblang tidak sembarang menjodohkan orang karena cuma masih jomblo, dan tidak sembarang memaksakan kehendaknya dalam hubungan antara pasangan yang dijodohkan.

alhamdulillah, beberapa sahabat gw telah suskes menemukan pasangan hidupnya melalui suatu perjodohan (dalam hal ini dibukakan jalur komunikasi ya bukan dipaksakan)… alhamdulillah sampai sekarang mereka rukun sejahtera karena mak comblang mereka telah melakukan tugasnya sesuai dengan batasan-batasan yang sesuai. Pasangan-pasangan tersebut telah berhasil mengembangkan hubungan mereka sendiri sesuai dengan keinginan mereka…

oh ya, i’m proud to inform you that i’m the one of the succesful Mak Comblang lho, tapi jujur gw kapok dech krn biarpun pasangan yang gw kenalkan sudah bahagia dengan beranak pinak, tetap aja gw deg-degan kalo terjadi apa2x hehehehehe… semoga sahabat gw tersayang itu selalu happy dengan pasangannya dan anak keturunannya sampai tua ๐Ÿ˜€

Advertisements

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s