Test Pack-nya Ninit Yunita Versus Pos Kota


Kemarin Busye habis membeli buku berjudul Test Pack karangan teh Ninit Yunita (istri dari Aditya Mulya pengarang Jomblo, buku kesukaan Baga). Sebenarnya sie sudah pernah baca buku itu sebelum Baga dan Busye nikah tapi pengen banget baca lagi.

Ceritanya simpel, tentang pasangan muda yaitu Kakang dan Tata , young couple in their early 30th yang sudah 7 tahun belum dikarunia baby (jangan bandingkan Busye yang baru masuk bulan kedua nikah ).

Si Tata ini adalah gambaran wanita jaman sekarang, bekerja as lawyer dan suaminya sebagai psikolog. Si Tata ini rajin banget ngikuti petunjuk-petunjuk bagaimana biar bisa dapat baby (bukan cepat dapat momongan secara sudah nikah 7 tahun)…

Buku ini mendeskripsikan perasaan Tata yang sebenarnya deep down inside sedih juga kalau mendengar teman2xnya membuat pengumuman hamil (well, sama kayak Busye sie, tapi juga jadi bikin semangat untuk berusaha… tapi apa daya, lawan mainnya ada sekitar lebih dari 500km dari Jakarta), atau usaha Tata dalam rangka menentukan jadwal ovulasi yang paling matang (itu lho, menentukan hari ke-14, hii, masa gak tau sie?!? Busye yang lugu aja tau), atau mencari petunjuk bagaimana posisi paling top pada saat penyerbukan (ini istilah mereka lho) agar bisa jadi baby.

Lalu terbersit pada benak Tata, jangan-jangan Tata yang mempunyai masalah fertilitas (kayaknya perasaan ini juga Busye rasakan, jangan2x ada masalah dengan tokso, rubella dan kawan2x secara Busye belum sempat tes TORCH).

Then, after trying and trying and trying, they decided to go to a doctor. and guess what? well, Kakang-lah yang mempunyai problem… Then pasangan ini diuji, apakah mereka bisa bertahan dengan masalah seperti ini…

And the ending ya bisalah bertahan (kalo gak ngapain Busye jadikan resensi, ya gak?).

Apa hubungannya dengan Pos Kota di sini?

Hubungannya adalah Busye seketika inget petuah rekan kantor (Mas Panji). Dia ini paling intensif memberikan tips-tips cepat memdapatkan baby (biarpun Busye gak minta, but he is so nice to give his attention on that matter), dan waktu itu dia bilang bahwa jangan pernah putus asa berusaha (kalo bisa tiap hari usaha, kata dia tapi emangnya kita mesin apa yach hahaha), tapi yang paling pasti mendingan kita menghindar baca Pos Kota.

Lho kok, kenapa?

Begini lho, ternyata Pos Kota dapat memberikan efek buruk bagi pasangan yang ingin memiliki baby segera tapi belum dikasih sama Yang Di Atas. Coba dech baca Pos Kota, pasti ada berita anak remaja atau kuliahan yang MBA.

Gimana mungkin?!? Kita yang sudah nikah (resmi), sudah siap lahir batin, secara ekonomi mencukupi, at least bisa bayar sekolah anak kita sampai PTN, sudah jungkir balik coba berbagai cara (dan gaya tentunya sesuai tips pendahulu), susah banget punya anak…

Sedangkan, anak ingusan, belum siap mental, masih minta uang dari papa-mama, eh sekali pegang-pegangan sudah tokcer!

If I had knew that it would be that difficult, why I didn’t try since long time ago???

Akhirnya setelah dua bulan terakhir ini (hari ini pas our 2th month-versary!) Busye merengek-rengek pengen banget punya baby (kata Baga sie belum bisa dipesan lewat katalog), Busye harus melihat sisi lain dari having baby

Busye suka dengan buku Test Pack ini (daripada baca Pos Kota, lah yauw!) karena ternyata feeling ini gak cuma dirasakan Busye semata, masih banyak pasangan lain yang sedang nervous ingin segera diberi momongan. Itu perasaan yang wajar dan senang rasanya kalo ternyata tidak sendiri di dunia.

Dan memang harus-harus-harus banyak bersabar dalam hal ini…Setidaknya Busye gak ngerasa lagi alienated kalo ngumpul sama teman-teman pada saat mereka membicarakan bagaimana cara memompa ASI dengan Mendella atau ngomongin imunisasi atau gigi yang baru tumbuh.

Having baby bukan perlombaan, siapa duluan itu paling keren… Bukan itu… Belum punya baby tidak menjadikan kita alien atau stranger, bahkan belum dikasih oleh-Nya bukan berarti kita dihukum…

Yang paling penting sie sabar dan berdoa aja… ora et labora, kata orang Roma jaman dulu. Mungkin doanya dan usahanya belum maksimal atau sebenarnya Allah punya rencana di balik semua itu (siapa tau Baga dan Busye direncanain honey moon ke Tibet, kan gak mungkin bawa baby dalam backpack dong…)

Jadi Busye harus bersabar, berdoa dan berusaha… Plus mohon doanya yak teman-teman…

Setidaknya masih ada Baga yang sayangsama Busye, jadi gak sendirian (huaaaah GR banget Busye!)…

Tapi yang paling penting Baga harus cepat pulang ke Jakarta yach!!!

Advertisements

Leave a Reply and Thank You!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s