For some people, negativity is their way of life. And I have to dealt with one of them everyday, a very cynical and emotional person.

Her negative energy often spilled off in every discussion so after talking with her I don’t have the mood to do anything, like a bad aftertaste. Actually I would avoid talking to her if I could, but I could not because we are in the same work team.

And yesterday I could not deal with her anymore. As negative people can be quite too critical, she dropped insensitive comments that are hurtful. I was thinking at that time to resign my job right away just because I could not stand her anymore.

Last night I was thinking that I need to work out an action plan to deal with negative people. After all, she was not going to be the only negative person I was going to encounter in my life.

Since that for a time being I could not drop them from my life, I think I need to set myself into positivity and not to engage in her negativity.

Positive life actually needs positive minds (yes in plural), my positivity can be drowned by others’ negativities if let them.

I won’t let my life drowned so I am sending postive vibes.

View on Path

Perpaduan terbaik saat Me-Time: Criminal Minds series, blogging dan semangkok Indomie Ayam Bawang Keju Kornet Telur Margarine.

Tinggal tunggu sakit perut lagi 😜

View on Path

Picture taken from https://www.pinterest.com/explore/god-loves-me/

Perjalanan

Bulan Ramadhan ini Mr. Y selalu mengantarkan gue ke kantor dan menitipkan mobil kami di kantor gue, lalu melanjutkan perjalanan ke Perjompongan dengan menggunakan kendaraan umum. Begitu pun saat jam pulang kantor, Mr. Y akan menjemput gue dengan kendaraan umum.

Beberapa hari yang lalu, Mr. Y bercerita dalam perjalanan dia ke kantor gue, dia ketemu 2 (dua) orang ibu tua di angkutan umum di sekitar Stasiun Tanah Abang. Yang satu seorang ibu yang sepertinya keturunan Tionghoa, yang satunya seorang ibu penduduk setempat.

Ibu A: Ibu naik kereta setiap hari?

Ibu B: Iya Bu, setiap hari seperti ini. Sekarang naik kereta (Commuter Line) penuh banget sampai tadi saya saya tidak bisa bergerak untuk keluar dari kereta.

Ibu A: Ibu mau kemana?

Ibu B: Saya mau ke Gereja di sekitar Tanah Abang sini Bu.

Ibu A: Wah jauh juga ya Gereja Ibu.

Ibu B: Namanya juga kalau sudah terbiasa di (Gereja) sini, pasti akan balik ke kandang yang sama. Anak-anak saya sudah melarang (untuk melakukan perjalanan jauh) sie, tapi bagaimana ya sudah terbiasa (beribadah) disini.

Continue reading

Sisa letusan G. Merapi. dok. pribadi.

House of Memory

The only source of knowledge is experience. -Albert Einstein-

Hari ini gue baru saja mendarat di Jakarta setelah sabtu kemarin departemen tempat gue bekerja mengadakan semacam annual gathering di Yogyakarta. Agak teler karena setelah malam minggu sebelumnya kami berjoget sampai jam 12 malam, I had to catch the first flight at 6.00 am. Awalnya gue jujur ya agak malas dengan kegiatan ini karena ini adalah kali ketiga gue ke Yogyakarta *dapatpiringcantik*. Tapi ya karena “diwajibkan” dan gue pun melaju ke sana.

Continue reading