Kejujuran dalam (Penilaian) Lingkungan Kerja

Kemarin dipanggil Bu Boss, katanya hari ini adalah hari terakhir untuk submit form penilaian kinerja pegawai tahunan. Kebetulan saat ini tempat gw bekerja lagi dalam tahapan awal-awal penerapan kinerja based (apa ya istilah manajemennya?)… semacam PBC-lah (teuteup lupa kepanjangannya… performance based culture kali yak). Semua pegawai akan dinilai berdasarkan kinerjanya, ya seperti 

Dag-Dig-Dug Dueeeeeeeer! Ya gimana gak soalnya bakal berpengaruh terhadap kenaikan gaji dan bonus gw neeeh. Hasil penialain tersebut akan menjadi imultiplier dalam slip gaji cyyyn. Untungnya kita tak butuh tulis menulis dalam pengisian form ini karena tempat kerja gw sudah menyediakan aplikasi elektronik online, bahkan form jawaban standar pun tersedia. klik klik klik selseai dech.

Karena form-nya standar jadi akhir gw sempat memperhatikan jawaban standar yang akan dipakai. it shows like this:

Bagi gw sie yang alhamdulillah gak pernah melakukan kejahatan di lingkungan kerja hehehehe, masih tetap was-was mau menilai diri gw sendiri. Apa memang benar gw berintegritas tinggi? Apa memang gw mempunyai komitmen jujur (eeeeh gw memang orangnya jujur bahkan sama Mr. Y gw selalu mengaku kalau habis belanja), apa gw berhak memberikan penilaian kepada diri sendiri sudah layak jadi panutan?

Setelah itu gw semakin bertanya, bagaimana jika rekan gw performanya kurang memuaskan dalam bekerja secara de facto, apa mereka berani meng-klik bahwa dirinya kinerjanya kurang memuaskan, bahwa mereka tidak komit melaksanakan penugasan yang ada, dan tidak mau meningkatkan kinerja.

Apakah mereka bernai menyatakan dirinya berkomitmen jujur padahal suka kabur dari kantor untuk urusan gak penting bagi kantor atau mereka sering melimpahkan kerjaan kepada yang lain?

Sejujurnya, gw gak percaya mereka akan jujur menilai dirinya sendiri. Sooooo, that is their problem, not mine actually. Tapi jadinya gengges aja melihat begitu.

Ya sudahlah, mereka punya kekurangan dalam berintrospeksi mungkin ya… Semoga mereka cepat sadar yak.

About these ads

2 Comments

  1. Dikantor de juga penilaian gini, disebut KPI. Biasanya dilakukan setahun sekali. Kalau di perusahaan sebelumnya malah dilakukan 6bln sekali. Ada juga penilaian 360 derajat. Jadi kita dinilai gak cuma dari diri kita sendiri dan bos, tapi dinilai juga oleh anak buah – teman sejawat – teman beda bagian – dll.

    Walau niatnya untuk menilai kinerja karyawan secara objektif, tetap aja pada prakteknya hasil nilai bisa terpengaruh scara subjektif. Standar lah suka gak suka, pasti ngaruh kan ke penilain seseorang.

    prinsip de: “shit is every where, it’s just different shape n smell. what we have to do is flush it away”

    hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s